Asia

Kepsek di China diskors setelah 400 siswanya ujian di tengah kabut polusi

3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:48
22 DES 2016
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Telegraph

Rimanews - Seorang kepala sekolah di China diskors setelah membuat lebih dari 400 siswanya melaksanakan ujian di luar ruangan ketika polusi di negara tersebut sedang tinggi-tingginya. Dalam sejumlah foto yang beredar, ratusan siswa tersebut terlihat mengerjakan soal ujian di tengah kabut tebal akibat polusi.

China sedang mengalami tingkat polusi yang sangat parah. Kualitas udara di beberapa daerah bahkan 30 kali lebih buruk dari ambang batas yang telah ditetapkan. Akibatnya, pemerintah belasan kota terpaksa meliburkan sekolah agar anak-anak tidak keluar rumah.

Tapi, hal sebaliknya justru terjadi di SMP 1 di Linzhou, provinsi Henan, China tengah. Kepala sekolah mereka justru memutuskan untuk tetap menggelar ujian di luar ruangan pada Senin lalu.

Parahnya, terlihat banyak siswa yang tidak mengenakan masker dalam foto-foto yang beredar di dunia maya. Tebalnya asap polusi membuat jarak pandang sangat terbatas dan siswa di baris belakang hanya terlihat bayangan mereka.

Kepala sekolah bernama Feng Jisheng berdalih, ujian bahasa Inggris, bahasa Mandarin, matematika dan Penjaskes dilakukan ketika tingkat polusu masih rendah. Namun, hal itu tidak mengubah keputusan otoritas pendidikan untuk menskorsnya.

"Departemen pendidikan dan olahraga kota Linzhou memutuskan ... mencopot (sementara) Feng Jisheng dari posisinya sebagai kepala sekolah," situs berita China Youth melaporkan. "Penyelidikan akan dilakukan atas insiden ini. Departemen (pendidikan) meminta semua pusat penitipan anak, sekolah dasar dan sekolah menengah untuk mengambil pelajaran ... untuk memastikan keselamatan para siswa."

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
24 Februari 2017 | 19:52
Malaysia ancam usir Dubes Korut
24 Februari 2017 | 18:45
Malaysia imbau warga tidak ke Korut
24 Februari 2017 | 09:28
Kim Jong-nam tewas akibat bahan kimia
23 Februari 2017 | 15:15
Media Korut kecam pemerintah Malaysia
22 Februari 2017 | 18:15
PM Australia dukung penuh Israel
20 Februari 2017 | 10:24
Malaysia panggil Dubes Korut
20 Februari 2017 | 09:31
Kebakaran di Myanmar meluas ke Cina
18 Februari 2017 | 22:28
Korea Utara tolak autopsi Malaysia
18 Februari 2017 | 15:00
Motif di balik pembunuhan Kim Yong-nam
18 Februari 2017 | 09:20
Pakistan tewaskan 100 pelaku teror
17 Februari 2017 | 17:12
KBRI belum bisa temui Siti Aisyah