Asia

21 orang tewas dalam musibah banjir Thailand

1.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:48
10 JAN 2017
Banjir di Thailand (foto: Reuters)
Reporter
Ahmad
Sumber
Reuters

Rimanews - Banjir yang melanda kawasan selatan Thailand telah menewaskan 21 orang, dan menghantam produksi karet di wilayah tersebut, serta memutuskan infrastruktur, kata petugas setempat.

Saat ini pemerintah dan militer tengah meningkatkan bantuan ke daerah-daerah yang terkena dampak banjir.

"Kami telah mengirim tentara, polisi, dan Kementerian Dalam Negeri untuk mengendalikan situasi," kata Wakil Perdana Menteri Thailand Prawit Wongsuwan seperti dikutip Reuters hari ini.

Musim hujan Thailand biasanya berakhir pada akhir November dan biasanya hujan lebat dan banjir jarang terjadi di Januari. Hujan lebat turun tak pada musimnya ini telah melanda 12 dari 67 provinsi.

Jumlah korban tewas akibat banjir mencapai 21 orang pada Senin dengan lebih dari 330,000 rumah terkena dampak, menurut Departemen Pencegahan Bencana dan Mitigasi.

Departemen tersebut mengatakan bandara utama di provinsi selatan Nakhon Si Thammarat akan tutup sementara. Rute kereta api dari Bangkok menuju Nakhon Si Thammarat juga telah ditutup.

Thailand Selatan merupakan daerah penghasil keret utama dan banjir melanda di saat yang buruk bagi petani, kata Uthai Sonlucksub, presiden Lembaga Karet Alam Thailand.

"Ini merupakan dampak terburuk yang kami alami dalam 10 tahun terakhir. Banjir sangat besar. Masalahnya tahun ini kami telah menyaksikan kekeringan dan banjir tahun ini merupakan bencana bagi para petani karet," kata Uthai.

Uthai mengatakan harga karet akan mengalami kenaikan tahun ini karena permintaan melebihi jumlah pasokan.

"Saya telah menerima pesanan dari Cina namun kami bahkan tidak yakin kami dapat memenuhi pesanan tersebut karena malapetaka banjir menyebabkan bencana," imbuhnya. "Jika mereka membeli, harganya akan lebih tinggi dari yang diperkirakan."

Terbaru
29 Maret 2017 | 05:37
Kamboja larang ekspor ASI
22 Maret 2017 | 11:33
Korut kembali tembakkan rudal
14 Maret 2017 | 17:04
Malaysia deportasi 50 warga Korut
10 Maret 2017 | 11:17
Presiden Korsel resmi dimakzulkan
10 Maret 2017 | 09:51
Australia terancam kelangkaan gas