Asia

Duterte dorong program pembagian alat kontrasepsi gratis

1.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:40
12 JAN 2017
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
BBC

Rimanews - Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menggulirkan program pembagian alat kontrasepsi secara gratis sebagai upaya mengurangi angka kelahiran anak terutama bagi penduduk miskin. 

Instansi pemerintah telah memerintahkan untuk membagikan alat kontrasepsi gratis kepada sekitar enam juta perempuan warga miskin yang tak mampu membeli alat kontrasepsi.

"Pemerintah ingin memangkas angka kemiskinan menjadi 13% pada 2022, turun dari 21,6 % tahun lalu," kata Menteri Perencanaan Ekonomi Filipina Ernesto Pernia seperti dikutip bbc.com hari ini.

Dorongan untuk mencapai “kebutuhan yang belum terpenuhi dalam program KB” merupakan bagian penting dari rencana pemerintah Filipina mengurangi angka kemiskinan. Selain itu, Filipina merupakan satu-satunya negara di Asia Pasifik dimana rasio kehamilan remaja telah meningkat dalam dua dekade terakhir, menurut PBB. Negara ini memiliki jumlah populasi sekitar 103 juta penduduk.

Dia mengatakan pemerintah yakin penyediaan alat kontrasepsi merupakan langkah “pro kehidupan, pro perempuan, pro anak, dan pro pembangunan ekonomi”.

Perintah Duterte tersebut dimaksudkan untuk menghadapi perlawanan sengit Gereja Katolik Roma.

Presiden sebelum Duterte harus berjuang selama bertahun-tahun untuk melewati tantangan perluasan penggunaan alat kontrasepsi di negara tersebut.

Namun Mahkamah Agung memberikan larangan sementara pada distribusi alat kontrasepsi pada 2015 setelah menerima keluhan dari kelompok anti aborsi. Pemerintah Filipina telah mengajukan banding.

Lebih dari 80% penduduk Filipina menganut kepercayaan Katolik Roma, menurut Pew Research Center.

Perintah Duterte memprioritaskan pembagian alat kontrasepsi kepada dua juta perempuan yang telah teridentifikasi sebagai penduduk miskin pada 2018.

Departemen penddidikan juga telah diminta untuk menyediakan pendidikan seks “berbasis hak asasi dan gender” di sekolah-sekolah.

Terbaru
22 Mei 2017 | 17:03
3 pendaki tewas di Everest
Asia