Asia

Kelompok anti-Islam diadili kasus penodaan agama di Australia

3.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:05
06 MAR 2017
Blair Cottrell dari United Patriots Front (UPF), usai sidang pengadilan di Melbourne, 6 Maret 2017. UPF merupakan kelompok yang sering melakukan demonstrasi anti Islam. Foto: Emma Younger/ABC News
Editor
Febrianto
Sumber
Rimanews

Rimanews - Tiga anggota kelompok anti Islam United Patriots Front (UPF) mulai diadili dengan dakwaan penodaan agama di Melbourne Magistrates Court.

Ketiga orang itu, Blair Cottrell, Christopher Shortis dan Neil Erikson dari UPF didakwa melakukan penodaan agama dan berperilaku ofensif di muka umum.

Dakwaan terhadap ketiganya terkait dengan tindakan mereka melakukan aksi yang meniru adegan penyembelihan manusia saat melakukan demonstrasi menentang pembangunan Masjid Bendigo di tahun 2015.

Polisi tampak mengawal para terdakwa ini saat mereka meninggalkan gedung pengadilan demi menghindari kontak dengan para aktivis anti-diskriminasi yang menggelar demonstrasi.

Di luar gedung pengadilan, Shortis sempat menjelaskan bahwa penyembelihan orang-orangan yang dilakukannya merupakan bentuk kebebasan berbicara.

"Kami akan melawan dakwaan itu dengan penuh semangat dan bukan hanya itu, juga sesuai aturan hukum," katanya, seperti dikutip dari Australiaplus, hari ini.

"Apakah saya menyebut setiap Muslim mampu melakukan hal ini? Tidak. Saya hanya menyerang teologi Islam," akunya.

Secar terpisah Debbie Brennan dari kelompok Campaign against Racism and Fascism mengatakan meniru adegan penyembelihan betul-betul merupakan perbuatan rasis.

"Ungkapan seperti itu tidak dapat ditolerir," katanya.

"Kami melihat adanya ancaman nyata dan kami berada di sini untuk menghentikannya. Dan tidak membiarkan mereka dengan ujaran kebencian mereka," kata Brennan.

Terbaru
22 Maret 2017 | 11:33
Korut kembali tembakkan rudal
14 Maret 2017 | 17:04
Malaysia deportasi 50 warga Korut
10 Maret 2017 | 11:17
Presiden Korsel resmi dimakzulkan
10 Maret 2017 | 09:51
Australia terancam kelangkaan gas
7 Maret 2017 | 09:27
Korut usir Dubes Malaysia