Asia

UE tolak penyelidikan internasional terkait kekerasan pada Muslim Rohingya

3.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:35
09 MAR 2017
Dok. Mahasiswa Gema Pembebasan berunjuk rasa di jalan Veteran, Malang, Jawa Timur, Senin (28/11), mendesak pemerintah membantu Muslim Rohingya di Myanmar.
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Aljazeera

Rimanews - Myanmar diperkirakan lolos dari penyelidikan internasional atas kekerasan yang mereka lakukan terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine setelah Uni Eropa memutuskan untuk tidak membawa masalah tersebut ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB, menurut draf resolusi yang dilihat Reuters, Rabu (08/03).

Dalam draf tersebut, UE memutuskan menolak permohonan investigasi internasional yang diminta Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Zeid Ra'ad Al Hussein meski terdapat "tuduhan yang sangat serius" terhadap pasukan Myanmar yang melakukan penyiksaan, pembantaian bahkan pembunuhan terhadap Muslim Rohingya.

Diplomat UE lebih memilih menggunakan mekanisme yang ada karena sudah diterima dan mendapatkan kerja sama yang baik serta akses dari pemerintah Myanmar daripada menggunakan pendekatan baru. Mereka juga ingin memberikan waktu kepada pemerintah Myanmar menyelesaikan permasalahan ini secara domestik.

Al Hussein tidak menyerah dan kembali mengajukan permohonan kepada Dewan HAM PBB karena menurutnya pelanggaran berat yang dilakukan Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya di negara mayoritas Buddha memerlukan tinjauan Pengadilan Kriminal Internasional.

"Oleh karena itu, saya mendesak Dewan (HAM) untuk, setidaknya, membuat komisi penyelidikan kekerasan terhadap Rohingya, khususnya selama operasi sejak 9 Oktober 2016," katanya, dikutip dari Al Jazeera.

Sekitar 70 ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari Rakhine ke Bangladesh sejak militer Myanmar melakukan operasi pada awal Oktober menyusul serangan terhadap pos pemeriksaan di perbatasan yang menewaskan sembilan polsii.

Aktivis mengatakan tindakan pasukan keamanan Myanmar yang terus-menerus melakukan pelanggaran kemanusiaan serius terhadap Muslim Rohingya harus diselidiki oleh badan internasional.

"Penelitian kami mengindikasikan bahwa (kekerasan terhadap Muslim Rohingya) dilakukan secara sistematis, dan harapan agar pemerintah setempat dapat melakukan atau berpartisipasi dalam penyelidikan yang adil tentang hal tersebut sama sekali tidak realistis," kata Louis Charbonneau dari Human Rights Watch.

"Penyelidikan harus dilakukan secara independen, kredibel dan secara internasional."

KATA KUNCI : , , , , , ,
Terbaru
18 April 2017 | 22:02
Korut lanjutkan uji rudal
7 April 2017 | 08:15
PPB kecam peluncuran roket Korut
Asia