Asia

Wanita ini mengalami luka bakar karena headphone di pesawat

4.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:25
15 MAR 2017
Penumpang ini mengalami luka bakar setelah headphonenya terbakar dalam pesawat. (Foto: Australian Transport Safety Bureau)
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
Rimanews

Rimanews - Seorang wanita yang mengalami luka bakar di tangan dan mukanya setelah headphone yang dikenakannya terbakar dan meleleh dalam penerbangan dari Beijing ke Melbourne, membuat pihak berwenang memperingatkan untuk berhati-hati menggunakan headphone di pesawat.

Diberitakan oleh Australianplus hari ini, Biro Keamanan Transport Australia (ATSB) mengatakan dalam penerbangan dari Beijing ke Melbourne tanggal 19 Februari lalu, seorang wanita mengenakan headphone yang bisa meredam suara bising.

Ketika dia tertidur sekitar dua jam setelah lepas landas dia mendengar suara ledakan keras.

Dalam penjelasananya kepada ATSB, penumpang tadi mengatakan bahwa mukanya mengalami luka bakar, sebelum headphone tersebut berada di lehernya.

"Saya terus merasakan adanya rasa panas, sehingga kemudian melepaskan headphone tersebut dan membuangnya ke lantai," kata perempuan tersebut dalam pernyataan kepada ATSB.

"Dari peralatan itu keluar api, dan sedikit terbakar," katanya, "Ketika saya berusaha menginjak headphone tersebut dengan kaki, pramugari sudah datang membawa air untuk memadamkannya."

Awak kabin pesawat kemudian membawa headphone tersebut ke bagian belakang pesawat.

ATSB tidak menyebutkan nama merek headphone tersebut dan juga data penerbangan.

Stuart Godley dari ATSB mengatakan ini baru pertama kalinya sebuah headphone terbakar dilaporkan terjadi di Australia.

“Tampaknya yang terjadi adalah baterai di dalam headphone tersebut terbakar ketika dia menggunakannya. Cideranya tidak serius, rambutnya sedikit terbakar dan menjadi hitam," katanya lagi.Tangannya juga terbakar karena dia memegang headphone tersebut dan bajunya juga terbakar," kata Godley.

Dia mengatakan, insiden ini adalah untuk kali pertama melibatkan baterai headphone dilaporkan di Australia, namun sudah ada sejumlah laporan mengenai kebakaran telepon dan baterai di dalamnya.

"Kami pernah mendapat laporan seseorang menggunakan alat pembersih udara dan baterai di dalamnya terbakar selama penerbangan," katanya.

Menurut ATSB, baterai dan sisa dari headphone tersebut meleleh dan lengket di lantai pesawat, dan bau plastik, bahan elektronik dan rambut terbakar tidak hilang sepanjang penerbangan.

"Banyak penumpang mengalami batuk-batuk sepanjang penerbangan," kata penumpang perempuan tersebut dalam laporannya.

Godley mengatakan saat ini belum diperlukan untuk melarang penggunaan baterai lithium di penerbangan, sepanjang penumpang berhati-hati.

"Baterai lithium memang memiliki risiko terbakar lebih besar dibandingkan baterai lainnya. Bila anda membawa baterai cadangan pastikan anda bawa di dalam tas tangan anda di pesawat."

"Jangan masukkan ke dalam bagasi, karena bisa menciptakan kebakaran. Dan juga bila ada baterai yang berdekatan, karena panasnya landasan ini menyebabkan baterai itu bersentuhan dan terbakar," jelasnya.

"Pastikan juga baterai itu dibungkus dan tidak sampai saling bergesekan."

Terbaru
18 April 2017 | 22:02
Korut lanjutkan uji rudal
7 April 2017 | 08:15
PPB kecam peluncuran roket Korut
29 Maret 2017 | 05:37
Kamboja larang ekspor ASI