Asia

Sembelih sapi di India dapat dipenjara seumur hidup

5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:13
15 MAR 2017
Dok. Sapi yang dijual menjelang Idul Adha. Foto: Antara
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pemerintah negara bagian Gujarat, India, berencana memperketat aturan larangan penyembelihan sapi, yang dianggap sebagai hewan suci oleh umat Hindu.

Ketua Menteri Gujarat Vijay Rupani mengatakan siapapun yang menyembelih sapi nantinya dapat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Saat ini, orang-orang yang kedapatan menyembelih sapi hanya dikenakan sanksi berupa denda sebesar 50 ribu rupee atau setara Rp 10 juta atau penjara maksimal tujuh tahun.

"Kami ingin memperketat aturan ini," kata Rupani, yang merupakan politisi partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP), dikutip dari the Guardian hari ini.

"Dalam rancangan undang-undang tersebut, kami akan membuat ketentuan di mana setiap orang yang kedapatan terlibat dalam penyembelihan sapi dan pengiriman dagingnya dapat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup," tambah Rupani dalam sebuah acara organisasi sosial Hindu. "Kendaraan mereka juga akan disita selamanya."

Beberapa negara bagian di India yang dipimpin orang BJP memperluas dan memperketat larangan penyembelihan sapi sejak salah satu anggota mereka, Narendra Modi, menduduki kursi perdana menteri pada 2014.

Penyembelihan sapi juga dianggap sebagai tindakan kriminal di negara bagian Haryana, Jharknand serta Jammu dan Kashmir. Mereka yang kedapatan menyembelih sapi atau mengirim dagingnya harus membayar denda yang sangat tinggi atau dijebloskan ke penjara maksimal 10 tahun. Hanya delapan dari 29 negara bagian di India yang melegalkan konsumsi daging sapi.

Larangan ini memberatkan umat Muslim di India yang berjumlah sekitar 172 juta atau 14,2 persen dari total populasi negara tersebut. Setiap tahun, umat Muslim merayakan hari raya Idul Adha dan disunnahkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan seperti kambing, domba, unta atau sapi.

Selain harus berhadapan dengan hukum, tak jarang Muslim yang kedapatan menyembelih sapi atau diduga menyembelih atau membawa daging sapi dihakimi massa. Pada September 2015, Mohammad Akhlaq tewas dihakimi warga yang menuduh dirinya dan saudara laki-lakinya menyembelih anak sapi di Uttar Pradesh. Kejadian itu memaksa keluarga korban pindah dan kini tinggal di New Delhi.

Agustus 2016, wanita Muslim India mengatakan dia dan sepupunya yang baru berusia 14 tahun diperkosa secara bergiliran sementara paman dan bibinya dibunuh setelah dituduh mengonsumsi daging sapi di Mewat, negara bagian Haryana.

"Mereka mengatakan kami makan daging sapi dan itulah alasan mengapa kami dinodai (diperkosa). Mereka bahkan akan membunuh saya dan keluarga saya jika menceritakan kejadian ini kepada orang lain," kata wanita 20 tahun itu, dikutip dari BBC.

Terbaru
22 Mei 2017 | 17:03
3 pendaki tewas di Everest