Asia

Cina tak mau terlibat perang dagang dengan AS

3.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:49
15 MAR 2017
Li Keqiang. Foto: Reuters
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan, Beijing tidak ingin melakukan perang dalam bidang perdagangan dengan Amerika Serikat dan meminta kedua pihak berunding menyelesaikan perkara.

"Kami tidak ingin menyaksikan ada perang dagang antara kedua negara, yang tidak akan membuat pertukaran barang menjadi seimbang," kata Li, dalam konferensi pers tahunan, hari ini.

"Kami dari Cina berharap, hubungan dengan Amerika Serikat bisa terus bergerak ke arah yang positif," tambahnya. "Kedua negara memang mempunyai metode statistik yang berbeda, namun kami percaya perbedaan itu bisa selesai dengan berunding bersama-sama untuk mencapai solusi."

Media di AS melaporkan, Presiden Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping akan bertemu di Florida bulan depan. Trump berulang kali mengecam Beijing untuk sejumlah persoalan, dari perdagangan sampai ke sengketa wilayah Laut Cina Selatan.

Saat berkampanye sebelum terpilih menjadi presiden, Trump juga sempat menyebut Cina sebagai manipulator nilai mata uang dan mengancam akan menerapkan tarif impor yang besar bagi barang-barang asal Cina. Hingga saat ini Trump masih belum memenuhi janji itu.

Perdagangan antara AS dan Cina memang tidak seimbang. Neraca menunjukkan Beijing punya surplus sebesar US$ 366 miliar pada 2015 lalu.

Bulan Februari, Trump untuk pertama kalinya bertemu muka dengan salah satu pemimpin senior dari Beijing, Yang Jeichi, kepala urusan luar negeri yang posisinya lebih tinggi dibanding menteri luar negeri.

Li mengklaim, hubungan antara Cina dan AS dibangun atas dasar kesepahaman kebijakan "satu Cina", di mana Washington mengakui Taiwan sebagai bagian dari negara itu.

"Kebijakan 'satu Cina' masih tidak tergoyahkan meski situasinya telah berubah. Fondasi tidak boleh terancam," kata dia.

Pada bulan Desember tahun lalu, Trump sempat memicu kemarahan Beijing karena berbicara langsung lewat sambungan telepon dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. Dia juga mengatakan, AS tidak terikat dengan kebijakan "satu Cina" dan akan meninggalkannya jika berdampak positif bagi neraca perdagangan.

Namun beberapa saat kemudian setelah berbicara dengan Xi lewat telepon, Trump menarik ucapannya dan akan menghormati kebijakan "satu Cina".

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
22 Mei 2017 | 17:03
3 pendaki tewas di Everest