Asia

Usai kunjungan Raja Salman, Cina sambut Netanyahu

4.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
22:48
20 MAR 2017
Dok. Perdana Menteri Chia Li Keqiang (kedua kiri) bertemu dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (kedua kanan) di Balai Agung Rakyat di Beijing, Jumat (17/3). Foto: Reuters/Lintao Zhang
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Daily Mail

Rimanews - Cina menyambut kedatangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, beberapa hari setelah kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dan penandatanganan perjanjian kerja sama senilai US$ 65 miliar atau setara Rp 864,95 triliun.

Secara tradisional, Cina memiliki peran kecil dalam konflik atau diplomasi di Timur Tengah meski sangat bergantung pada minyak dari kawasan tersebut. Dalam beberapa tahun belakangan, Cina berusaha memperluas pengaruhnya, salah satunya berupaya menghentikan peperangan Suriah dengan melabeli diri sebagai penengah yang tulus, tidak seperti Amerika atau Eropa.

Bertemu di Balai Agung Rakyat, hari ini, Perdana Menteri Cina Li Keqiang memuji kemajuan Israel dan menyebutnya sebagai pemimpin dunia dalam beberapa teknologi.

"Masyarakat Cina dan umat Yahudi adalah dua bangsa besar di dunia," kata Li, dikutip dari Reuters.

"Dan di saat yang sama, terjadi kekacauan yang besar di dunia, termasuk di belahan dunia kami," kata Netanyahu menimpali. "Dan, saya ingin memiliki kesempatan untuk bertukar pikiran dengan Anda dan untuk melihat bagaimana kita dapat bekerja sama untuk kemajuan keamanan, perdamaian, dan stabilitas, dan kemakmuran."

Deng Li, direktur jenderal Departemen Urusan Asia Barat dan Afrika Utara Kementerian Luar Negeri Cina, mengatakan, kedua negara sepakat meningkatkan pembicaraan perdagangan bebas.

"Secara personal, saya sangat yakin dan optimistis tentang masa depan perjanjian perdagangan bebas ini," kata Deng.

KATA KUNCI : , , , , , ,
Terbaru
Asia