Asia

Seorang pria mutilasi istrinya karena melarang ikut ISIS

4.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
08:01
25 MAR 2017
Polisi menemukan mayat yang dibungkus selimut di Dallas, di Melbourne Utara. Foto: Channel 7
Editor
Febrianto
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pihak kepolisian memastikan seorang pria di Melbourne, Australia, membunuh istrinya dan kemudian memutilasi di depan ketiga anaknya. Hal dilakukan karena sang istri tidak mau suaminya bergabung dengan kelompok teroris ISIS.

Pria berusia 35 tahun yang tinggal di daerah Broadmeadows di pinggiran Melbourne tersebut juga dituduh memukul kepala kedua anaknya yang berusia di bawah enam tahun. Pria ini juga dituduh menyiram balita perempuannya dengan air panas.

Identitas pria tersebut tidak bisa diungkapkan guna melindungi identitas anak-anaknya.

Menurut dokumen yang diajukan polisi ke pengadilan, pria ini ditahan dengan dakwaaan pembunuhan terhadap istrinya ketika polisi mendatangi rumah mereka bulan Juli 2016 dan mendapati anak-anak mereka juga mengalami cedera di kepala.

Ketiga anak tersebut dibawa ke RS Royal Children Hospital di Melbourne dan kemudian mengatakan kepada polisi bahwa mereka menyaksikan ayah mereka 'memotong' tubuh ibunya dengan pisau di ruang tamu.

Salah seorang anak mereka mengatakan bahwa tubuh ibu mereka 'penuh dengan darah."

Mereka mengatakan kepada polisi bahwa ayah mereka kemudian membungkus mayat istrinya yang berusia 27 tahun, dengan tape besar, dan plastik serta selimut, sebelum memasukkannya ke dalam bagasi mobil.

Pria tersebut kemudian membawa mayat istrinya ke semak-semak di dekat sebuah lapangan tenis, dan dibuang di sana, sebelum kemudian membawa anak-anaknya, yang juga ada di dalam mobil, ke toko roti untuk membeli penganan.

Mayatnya ditemukan dengan tubuh penuh sayatan tajam termasuk di wajah, kaki dan punggung bagian bawah.

Menurut dokumen pengadilan, pria tersebut memberitahu iparnya bahwa dia bertengkar dengan istrinya, berkenaan dengan keinginannya ke Suriah guna bergabung dengan ISIS.

Enam bulan sebelumnya dalam sebuah pertengkaran pria ini pernah melukai tangan istrinya, demikian Australiaplus.

Terbaru
18 April 2017 | 22:02
Korut lanjutkan uji rudal
7 April 2017 | 08:15
PPB kecam peluncuran roket Korut