Asia

Australia menuju tak menggunakan uang tunai

4.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:40
27 MAR 2017
Dok: Ilustrasi
Reporter
Febrianto
Sumber
Rimanews

Rimanews - Reserve Bank, bank sentral Australia telah memperkenalkan teknologi baru tahun ini, yang mendorong warganya untuk tidak lagi gunakan uang cash atau tunai.

Akhir tahun ini bank sentral Australia akan membuat sistem baru yang disebut New Payment Platform (NPP), sebuah cara baru dalam bertransaksi.

Lewat NPP ini, berarti uang dapat ditransfer seketika, dan tetap dapat dilakukan antara dua nasabah dari bank yang berbeda.

Teknologi ini akan mendukung layanan dimana setiap bank dapat membuat layanan pembayaran berbeda untuk memuaskan nasabahnya.

Profesor Richard Holden, dari University of New South Wales, telah mempelajari kebangkitan ekonomi elektronik. Ia mengatakan NPP akan membuat pembayaran elektronik menjadi "sangat mudah."

"Transfer uang secara instan tanpa dibaya dapat dilakukan sangat mudah berapapun jumlah atau jenisnya," katanya.

"Jadi Anda tidak akan perlu khawatir dengan membuat data penerima pembayaran di perbankan online dengan mengisi nomer rekening dan hal-hal lainnya."

"Ini akan menjadi sederhana, misalnya saya ingin membayar Anda $30 saat ini juga dan saya tinggal isi alamat email atau nomor telepon Anda."

Di tahun 2014, 12 lembaga keuangan Australia mendaftar untuk menggunakan NPP, sebagai salah satu cara agar Australia dapat menyusul negara-negara lain yang sudah tidak lagi menggunakan pembayaran dengan uang cash.

Swedia menjadi negara pertama dengan ekonomi yang tak lagi gunakan pembayaran tunai di dunia. Dan baru bulan November lalu, India menghapus pecahan denominasi tertinggi mereka, sehingga menghilangkan 90 persen peredaran uang kertas mereka.

Profesor Holden memperkirakan Australia bisa bebas dari uang tunai di awal 2020.

Laporan Westpac Cash Free di tahun 2015 juga memprediksi Australia akan bebas uang tunai di tahun 2022, karena semakin banyak nasabah yang menggunakan teknologi tap and pay atau tap and go. Dengan teknologi ini, mereka tinggal menunjukkan kartu mereka dan menempelkannya pada sensor untuk menyelesaikan pembayaran.

Reserve Bank Australia menemukan bahwa penarikan uang tunai lewat mesin ATM memuncak di tahun 2009-2010. Kemudian terjadi penurunan sejak itu.

Profesor Holden mengatakan ada keuntungan besar dari pembayaran tanpa uang tunai, terutama bagi pemerintah.

"Alasan untuk melakukan ini karena adanya penerimaan pajak yang hilang, sekitar $3.5 hingga $5 miliar di Australia setiap tahunnya, akibat ekonomi tunai," katanya.

"[Ini seperti] mengatakan, 'saya mengerjakan sesuatu, kalau Anda bayar tunai maka biayanya $140, jika Anda ingin bukti pembayaran maka nilainya akan menjadi lebih, dan sebagainya."

"Ada banyak pendapatan pajak yang hilang bagi pemerintah saat $3, $4 atau $ 5 miliar menjadi uang nyata bagi pemerintah setiap tahunnya." demikian Australiaplus.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
5 Juni 2017 | 18:33
AS desak Cina kendalikan Korut
2 Juni 2017 | 15:22
Dubai kerahkan robot polisi
31 Mei 2017 | 16:08
Korban bom Kabul jadi 80 orang
Asia