Asia

Cina larang Muslim pakai burqa, pelihara jenggot dan kata halal

12.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
23:47
31 MAR 2017
Dok. Muslim Uighur.
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Independent

Rimanews - Pemerintah Cina kembali memberlakukan sejumlah aturan diskriminatif terhadap Muslim Uighur di Xinjiang. Umat Muslim dilarang mengenakan burqa, memanjangkan jenggot, menamai anak dengan nama yang mengandung semangat keagamaan, menikah secara Islam, dan menggunakan kata halal. Semua itu dianggap pemerintah Cina sebagai "perilaku para ekstremis".

Total ada 15 larangan baru yang diberlakukan pemerintah Cina terhadap Muslim Uighur mulai besok.

Berdasarkan aturan baru pemerintah Cina, seluruh pegawai bandara, stasiun, dan tempat-tempat publik lainnya juga diperintahkan untuk melarang wanita Muslim yang mengenakan jilbab dan burqa masuk dan melaporkan mereka ke polisi.

Para orang tua juga "diharamkan" melarang anak-anak mereka bersekolah di sekolah negeri dan harus mematuhi kebijakan keluarga berencana.

Sebelumnya, pemerintah Cina juga pernah memberlakukan aturan yang melarang Muslimah berjilbab dan laki-laki berjenggot menaiki bus umum di setidaknya satu kota di Xinjiang.

Xinjiang, yang berbatasan dengan Pakistan dan negara mayoritas Muslim lainnya termasuk Kazakhstan, merupakan rumah bagi 10 juta pemeluk agama Islam dari etnis Uighur.

Laporan Human Rights Watch pada 2017 menuding Beijing meningkatkan "pembatasan atas hak-hak fundamental manusia dan diskriminasi agama dan etnis yang sangat luas".

Sementara Amnesti Internasional menyebut, kebijakan pemerintah Cina atas Muslim Xinjiang, termasuk larangan puasa Ramadan bagi PNS, pelajar, dan guru, sebagai pelanggaran atas kebebasan beragama.

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
18 April 2017 | 22:02
Korut lanjutkan uji rudal
7 April 2017 | 08:15
PPB kecam peluncuran roket Korut