Asia

Penumpang dari Timteng akan jalani deteksi bahan peledak di Australia

5.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:49
03 APR 2017
Dok. Penumpang pesawat di bandara California, Amerika Serikat. Foto: Reuters
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Australia akan melakukan tes acak deteksi bahan peledak dan pemindaian perangkat elektronik kepada penumpang pesawat yang melakukan perjalanan dari tiga kota di Timur Tengah.

Mulai pekan depan, berdasarkan masuan dari penasihat keamanan nasional, penumpang dari Dubai dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab serta Doha, Qatar, akan menjalani pemeriksaan keamanan tambahan tersebut, dikutip dari Australia Plus, hari ini.

Menteri Transportasi Australia Darren Chester mengatakan, pemeriksaan dilakukan bukan karena terdapat ancaman keamanan, tapi merupakan langkah pencegahan seperti yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat dan Inggris.

"Pemerintah Federal memiliki kontak teratur dengan mitra internasional dan akan terus memantau perkembangan keamanan dan menyesuaikan pengaturan keamanan jika diperlukan," kata Chester.

Bulan lalu, AS dan Inggris melarang penumpang dari sejumlah bandara di Timteng membawa perangkat elektronik yang ukurannya lebih besar dari telepon genggam, seperti tablet, laptop, dan kamera ke dalam kabin pesawat. Pemerintah AS berdalih, hal itu dilakukan karena bahan peledak bisa disematkan ke dalam perangkat elektronik.

Chester menambahkan,  langkah-langkah keamanan serupa juga telah dilaksanakan di Australia sejak tahun 2007 dan akan menjadi semakin biasa bagi banyak wisatawan yang berkunjung ke Australia.

"Australia memiliki sistem keamanan transportasi yang komprehensif dan kuat yang dilaksanakan untuk mencegah aksi terorisme," pungkasnya.

Terbaru
18 April 2017 | 22:02
Korut lanjutkan uji rudal
7 April 2017 | 08:15
PPB kecam peluncuran roket Korut