Asia

Jepang protes peluncuran rudal Korut

6.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:23
05 APR 2017
Dok. Rudal Korea Utara.
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Juru bicara pemerintah Jepang memprotes keras peluncuran peluru kendali Korea Utara hari ini, dan menyebutnya "sangat bermasalah".

Kepala Sekretaris Kabinet Yodhihide Suga mengatakan, Jepang betul-betul tidak bisa menenggang tindakan provokatif berulang Korut tersebut.

Korut menembakkan rudal balistik ke Laut Jepang, kata militer Korea Selatan, sehari menjelang pertemuan puncak pemimpin Amerika Serikat dengan Cina, yang dijadwalkan membahas program senjata terbaru Pyongyang.

Pada Maret, Korut menembakkan empat rudal balistik ke perairan dekat dengan garis pantai barat Laut Jepang.

Militer Korsel menduga empat rudal tersebut tidak mempunyai daya jelajah antar-benua (ICBM), yang bisa mencapai AS, melainkan hanya bisa mencapai 1.000 kilometer dengan ketinggian 260 km.

Beberapa peluru kendali tersebut mendarat di perairan 300 km dari garis pantai Jepang, kata Menteri Pertahanan Tonomi Inada di Tokyo.

Sementara itu, presiden sementara Korea Selatan Hwang Kyo-ahn mengecam peluncuran rudal dari tetangganya dan menyebutnya sebagai tantangan langsung terhadap komunitas internasional. Dia menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyelesaikan instalasi sistem pertahanan rudal THAAD untuk menangkal ancaman dari Pyongyang.

Empat rudal itu diluncurkan dari kawasan Tongchang-ri yang dekat dengan perbatasan Korea Utara dan Cina.

Korea Utara sendiri sebelumnya mengancam akan "mengambil langkah balasan" setelah tetangganya di selatan dan AS memulai latihan militer bersama.

Pyongyang menyebut latihan bersama itu sebagai persiapan untuk perang.

Pada tahun lalu, Korut sempat menembakkan rudal jarak jauh dari Tongchang-ri. PBB kemudian mengecam tindakan tersebut karena melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Bulan lalu, Korut juga menguji rudal jenis baru dan berjanji terus mengembangkan persenjataan strategis.

Percobaan itu adalah yang pertama bagi Presiden AS Donald Trump, yang kemudian merespon dengan ancaman terhadap Korut dan pemimpin mudanya, Kim Jong-un.

Kabinet Trump dikabarkan merencanakan sejumlah tindakan balasan untuk meredam ancaman peluru kendali dari Pyongyang. Di antara pilihan rencana tersebut adalah penembakan peluru kendali langsung ke Korut dan memberikan teknologi senjata nuklir kepada Korea Selatan, dikutip dari The New York Times.

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
22 Mei 2017 | 17:03
3 pendaki tewas di Everest