Asia

Gempa Filipina, KBRI evakuasi 14 mahasiswa UMY dari Batangas

4.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:39
09 APR 2017
Ilustrasi
Reporter
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Petugas Kedutaan Besar RI untuk Filipinan mengevakuasi 14 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang tengah berada di Batangas, Filipina, menyusul tiga kali gempa berkekuatan 5,7 sampai dengan 5,9 scale richter di Batangas, kemarin.

"Evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan mereka pasca rangkaian gempa bumi yang terjadi di Batangas," kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal dalam keterangan persnya, hari ini.

Sabtu kemarin, tiga kali gempa besar melanda wilayah Batangas, Filipina. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, ratusan warga yang tinggal di wilayah pesisir pantai Filipinan langsung melarikan diri ke dataran yang lebih tinggi, karena khawatir gempa akan memicu gelombang tsunami. 

Tiga gempa kuat mengguncang pulau utama di Filipina dengan titik pusat berada di Provinsi Batangas, skitar 90 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Manila. Kekuatan gempa bervariasi antara 5,0 sampai 5,9 SR selama 20 menit. Getaran juga terasa hingga Manila. Otorotas Vulkanologi dan Seismologi Filipina, mengatakan, tiga gempa tersebut diakibatkan pergeseran lempeng vulkanik, namun dia memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

Iqbal menjelaskan, keempatbelas mahasiswa UMY itu berada di Batangas untuk mengikuti turnamen basket antaruniversitas se-Asia Pasifik. "Saat ini mereka ditampung sementara di KBRI Manila sambil menunggu kepulangan ke Tanah Air," ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, KBRI Manila telah melakukan koordinasi dengan komunitas WNI  di wilayah Batangas dan sekitarnya dan diperoleh informasi bahwa hingga saat ini para WNI di wilayah tersebut dalam keadaan baik.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri,  jumlah WNI di Filipina sebanyak 7.567 yang terdiri dari 3.384  di wilayah kerja KBRI Manila dan 4.183 di wilayah kerja KJRI Davao.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
18 April 2017 | 22:02
Korut lanjutkan uji rudal
7 April 2017 | 08:15
PPB kecam peluncuran roket Korut
29 Maret 2017 | 05:37
Kamboja larang ekspor ASI