Asia

AS gunakan "induk segala bom" untuk habisi ISIS

9.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:28
14 APR 2017
MOAB (Mother of All Bombs) atau GBU-43
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Antara

Rimanews - Amerika Serikat menjatuhkan "induk dari segala jenis bom" yang merupakan bom nonnuklir terbesar yang pernah dijatuhkan dalam peperangan, yang menewaskan sebanyak 36 tersangka militan ISIS di Afghanistan.

Serangan bom yang dilancarkan Kamis itu diluncurkan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengutus delegasi tingkat tingginya ke Kabul di tengah ketidakpastian mengenai rencananya untuk sekitar 9.000 tentara AS yang ditempatkan di Afghanistan.

Jumlah militan tewas itu belum terverifikasi secara independen, namun juru bicara kementerian pertahanan Afghanistan Dawlat Waziri memastikan tidak ada korban sipil; dalam ledakan superbesar yang menyasar jaringan gua dan terowongan itu.

"Tidak warga sipil yang terluka dan hanya pangkalan yang digunakan Daesh (ISIS) untuk dipakai meluncurkan serangan-serangan ke berbagai bagian provinsi yang dihancurkan," kata Waziri seperti dikutip Reuters.

ISIS di Afghanistan terkonsentrasi di daerah timur dan kerap melancarkan serangan maut ke Kabul.

"Induk segala bom" atau MOAB (Mother of All Bombs) bernama GBU-43, yang memiliki berat 11 ton dengan panjang 20 kaki atau sekitar 7 meter. Bom ini dijatuhkan dari pesawat MC-130 di distrik Achin di Provinsi Nangarhar yang berbatasan dengan Pakistan, kata juru bicara Pentagon Adam Stump.

Bom ini dipandu oleh GPS dan belum pernah digunakan dalam pertempuran sejak diujicoba pada 2003. Bom ini menimbulkan asap seperti cendawan yang bisa terlihat dari jarak 32 km. Daya bunuh bom ini mencapai ratusan meter dari titik ledakan dan dapat menghancurkan bunker.

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
22 Mei 2017 | 17:03
3 pendaki tewas di Everest