Asia

Malaysia siap bantu India selidiki Zakir Naik

13.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:47
19 APR 2017
Zakir Naik
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Wakil Perdana Menteri Malaysia Dr. Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, pemerintahnya siap membantu India menyelidiki pendakwah kondang Dr. Zakir Naik, yang belum lama melakukan kunjungan ke sejumlah kota di Indonesia, jika diminta. Hal ini terkait tuduhan terorisme yang dialamatkan pemerintah India kepada Zakir Naik.

"Jika ada permintaan untuk bantuan kami, kami akan memberikan bantuan penuh kepada India," kata Zahid, seperti disiarkan sejumlah media di Malaysia, hari ini.

Pekan lalu, Zakir Naik mengatakan kepada pemerintah India untuk mencarinya di Malaysia setelah mereka meminta bantuan ke Interpol terkait investigasi terorisme terhadap dirinya.

Zakir Naik menyatakan demikian karena sudah mendapatkan status sebagai penduduk tetap, atau permanent resident, di Malaysia sejak lima tahun lalu. Hal itu dikonfirmasi oleh Zahid.

"Saya ingin mengonfirmasi bahwa dia memegang status penduduk tetap Malaysia, tetapi bukan warga Malaysia. Dia diberi penghargaan status tetap lima tahun lalu sebelum saya menjadi menteri dalam negeri," katanya.

Selain menuduh Zakir Naik melakukan tindak terorisme, pemerintah India juga melarang organisasi yang didirikan da'i, yang sudah mengislamkan banyak orang di seluruh dunia itu, Islamic Research Foundation, dengan dalih "menjaga keamanan nasional".

Zakir Naik membantah keras semua tuduhan yang dialamatkan pemerintah India terhadap dirinya.

"Saya tak pernah melakukan pemberontakan ataupun teror terhadap manusia sepanjang hidup saya. Saya hanya menyampaikan pesan perdamaian kepada masyarakat," kata Zakir Naik, bulan lalu, kepada harian Sinar Harian, dikutip dari The Independent.

"Ada orang-orang tertentu yang tidak menginginkan perdamaian di dunia. Jadi, mereka membuat tuduhan tak berdasar terhadap saya," tambahnya. "Saya meminta pemerintah India untuk mengadili saya di pengadilan internasional atau di Malaysia."

 

Terbaru
18 April 2017 | 22:02
Korut lanjutkan uji rudal
7 April 2017 | 08:15
PPB kecam peluncuran roket Korut
29 Maret 2017 | 05:37
Kamboja larang ekspor ASI