Asia

Presiden baru Korsel tarik buku sejarah terbitan pemerintahan Park

4.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:46
12 MEI 2017
Dok. Pengunjuk rasa membawa poster bergambar mantan presiden Korea Selatan Park Geun-hye, yang tersangkut kasus korupsi. Foto: Reuters
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Presiden baru Korea Selatan Moon Jae-in menarik buku teks sejarah keluaran pemerintahan pendahulunya, dan menyatakan bahwa buku itu mewakili pandangan "usang dan sepihak" tentang masa lalu.

"Sebagai upaya untuk menormalisasi pendidikan sejarah, Presiden memerintahkan peniadaan buku teks susunan pemerintah," kata juru bicara kepresidenan Yoon Young-chan, Jumat (12/05/2017).

Dia menambahkan bahwa buku itu "melambangkan pendidikan sejarah yang ketinggalan jaman dan sepihak dan ditujukan untuk memecah belah rakyat."

Pemerintahan Park Geun-hye memperkenalkan buku teks sejarah negara untuk sekolah menengah pertama dan atas, dengan alasan buku yang sudah ada mencerminkan ideologi mengarah ke kiri dan pro-Korea Utara.

Pemerintahan konservatif Park mulai memublikasikan buku teks baru itu tahun ini meski mendapat perlawanan dari kritikus liberal, yang menganggapnya sebagai upaya untuk memuliakan kediktatoran Park Chung-hee, ayah Park.

Awalnya, Park berencana membuat buku teks susunan negara itu sebagai satu-satunya pilihan yang ada bagi pendidik, tetapi kemudian sekolah dapat memilih antara buku tersebut dan buku teks yang disetujui dari penerbit komersial.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
5 Juni 2017 | 18:33
AS desak Cina kendalikan Korut
2 Juni 2017 | 15:22
Dubai kerahkan robot polisi
31 Mei 2017 | 16:08
Korban bom Kabul jadi 80 orang
Asia