Asia

Polisi Australia seret pejabat Vatikan ke pengadilan

9.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:11
29 JUN 2017
George Pell
Reporter
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Kepolisian Australia menyeret pejabat Vatikan ke pengadilan atas sejumlah tuduhan pelecehan seksual.

Kardinal George Pell menghadapi tuntutan atas sejumlah kejahatan seksual di masa lalu, kata Wakil Komisioner Kepolisian Victoria Shane Patton dalam konferensi pers Kamis (29/06/2017), The Washington Post melaporkan.

Kepolisian Victoria sudah memberitahu hal tersebut kepada pengacara Pell, yang harus menghadiri persidangan pada 18 Juli mendatang. Patton menegaskan, Pell akan diperlakukan sama seperti pelaku kejahatan lainnya meski memegang jabatan tinggi di Vatikan.

Sejak 2014, Pell menjabat sebagai sekretaris ekonomi yang dianggap sebagai jabatan penting kedua di Roma setelah paus. Tapi selama bertahun-tahun, Pell menghadapi banyak tuduhan mengenai perilaku tidak pantas sebagai tokoh agama selama bertugas di Australia.

Belasan anak dilecehkan oleh ulama Kristen di Ballarat, kampung halaman Pell. Ketika kasus ini mencuat, ulama Kristen yang dimintai keterangan mengatakan bahwa Pell mengetahui pelecehan-pelecehan tersebut.

Peristiwa pelecehan seksual oleh ulama Kristen di Ballarat cukup mencengangkan karena, seperti dilaporkan The Washington Post pada 2015, 12 dari 33 siswa kelas empat mengakhiri hidup mereka diduga akibat menjadi korban pelecehan seksual. Lima ulama Kristen Ballarat terbukti melakukan pelecehan seksual, satu di antara mereka bahkan memangsa lebih dari 50 anak.

Dua tahun lalu, Peter Saunders, salah satu korban pelecehan seksual oleh ulama Kristen, ketika berbicara di hadapat Komisi Perlindungan Anak-anak Vatikan, menyebut Pell sebagai orang yang "hampir sosiopat", gangguan kepribadian antisosial, karena kurang bersimpati terhadap para korban pelecehan seksual ketika diwawancarai salah satu program televisi Australia, "60 Minutes."

Saat itu, Saunders meminta Paus Fransiskus mencopot Pell dan menghukumnya seberat mungkin. Namun, juru bicara Vatikan membela Pell dengan mengatakan bahwa yang bersangkutan "harus dianggap dapat dipercaya".

Terbaru
Asia