Eropa

Pembajakan pesawat Libya berakhir, pelaku menyerah

3.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
22:33
23 DES 2016
Pesawat maskapai Afriqiyah Airways dibajak pria yang mengaku membawa granat.
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Daily Mail

Rimanews - Seorang pria, yang mengaku membawa granat, membajak pesawat Libya dengan 118 orang di dalamnya hingga terpaksa melakukan pendaratan darurat di Malta hari ini.

Setelah lebih dari satu jam mendarat, pintu Airbus A320 milik Afriqiyah Airways akhirnya terbuka dan sejumlah perempuan dan anak-anak keluar dari pesawat tersebut. Dan saat ini, seluruh penumpang dan kru, termasuk pelaku pembajakan sudah turun dari pesawat, kata Perdana Menteri Malta Joseph Muscat di Twitternya, @JosephMuscat_JM, beberapa menit lalu.

"Kru terakhir turun dari pesawat bersama pelaku pembajakan," tulis Muscat, yang mengatakan bahwa pelaku pembajakan berjumlah dua orang. "Pelaku pembajakan telah menyerah, digeledah dan ditahan."

Pesawat Afriqiyah sedang dalam penerbangan domestik dari Sabha di Libya selatan ke ibu kota Tripoli ketika dibajak dan dibelokkan.

"Penerbangan Afriqiyah dari Sabha ke Tripoli dialihkan dan telah mendarat di Malta. Petugas keamanan mengoordinasikan operasi tersebut," kata Muscat dalam cuitan sebelumnya.

"Diketahui bahwa penerbangan Afriqiyah membawa 111 penumpang: 82 laki-laki, 28 wanita, 1 bayi," tambahnya, dengan tujuh kru.

Sebelumnya, pelaku pembajakan mengatakan kepada kru bahwa dia memiliki granat dan hanya akan membebaskan para penumpang jika tuntutannya yang tidak diumumkan dikabulkan.

Sempat terjadi sedikit gangguan di Bandar Udara Internasional Malta akibat peristiwa ini, tapi menurut petugas operasi sudah kembali dilanjutkan. Penerbangan dari Brussels, London dan Paris yang sedianya mendarat di bandara tersebut hari ini harus mengalami penundaan.

Menurut petugas bandara, semua penerbangan dari Malta juga mengalami penundaan, tapi menambahkan bahwa pesawat dari Paris sudah berhasil mendarat.

KATA KUNCI : , , , ,
Eropa