Eropa

Mantan PM Kosovo ditangkap di Prancis

1.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
07:34
05 JAN 2017
Ilustrasi
Editor
Febrianto
Sumber
Antara

Rimanews - Kepolisian Prancis, menangkap mantan perdana menteri Kosovo, Ramush Haradinaj, atas permintaan Serbia.

Haradinaj merupakan seorang komandan gerilya pada masa perang Kosovo 1998-1999.

Serbia menganggap Haradinaj sebagai penjahat perang atas peranannya memimpin pemberontakan gerilya di bekas provinsinya di selatan, Kosovo.

Kosovo, dengan dukungan Barat, menyatakan kemerdekaan pada 2008.

Haradinaj sempat menjabat sebagai perdana menteri Kosovo pada 2004 dan 2005, saat Kosovo berada di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-bangsa.

Haradinaj kemudian disidangkan di pengadilan PBB di Den Haag dan dibebaskan dua kali dalam tuduhan melakukan kejahatan perang.

"Ia ditahan oleh pihak berwenang Prancis berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan Serbia pada 2004, yang menurut kami tidak dapat diterima," kata Kementerian Luar Negeri Kosovo, seperti dikutip dari Antaranews.

Kementerian sedang melakukan berbagai upaya untuk membebaskan Haradinaj.

Kepolisian perbatasan Prancis menahan Haradinaj tak lama setelah mantan PM Kosovo itu tiba di bandar udara Basel-Mulhouse di Prancis timur dalam penerbangan dari Pristina.

Haradinaj merupakan pemimpin partai oposisi Aliansi Masa Depan Kosovo (AAK).

Ia sedang melakukan kunjungan menggunakan paspor diplomatik ketika ditahan oleh pihak berwenang Prancis.

Pada Juni 2015, Haradinaj ditangkap oleh kepolisian Slovenia namun dibebaskan dua hari kemudian di tengah tekanan diplomatik.

Kosovo dan Prancis memiliki hubungan diplomatik yang erat dan Paris terus menjadi salah satu pendukung utama negara Eropa paling muda tersebut.

Terbaru
19 Januari 2017 | 21:01
Fakta dan mitos peretas Rusia
19 Januari 2017 | 08:59
Gempa Italia renggut korban jiwa
16 Januari 2017 | 19:40
Trump sebut NATO sudah usang
15 Januari 2017 | 11:06
Kereta Serbia dilarang masuk Kosovo
11 Januari 2017 | 20:45
Badai salju membuat Eropa menderita
Berita Terkait