Eropa

Assange: Anak 14 tahun bisa retas komputer ketua tim kampanye Clinton

3.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:30
05 JAN 2017
Julian Assange
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Foxnews

Rimanews - Pendiri WikiLeaks Julian Assange mengatakan dalam wawancara eksklusif bersama Sean Hannity di Fox News bahwa anak 14 tahun dapat meretas komputer ketua tim kampanye Hillary Clinton, John Podesta, dan mencuri email-email penting yang mereka rilis tahun lalu.

"Kami mempublikasikan beberapa ... email yang menunjukkan bahwa Podesta merespon email phishing," kata Assange dalam acara "Hannity". "Podesta memberitahu kata kunci yang digunakannya adalah 'password'. Stafnya mengatakan email yang Anda terima ini benar-benar sah. Jadi, ini adalah sesuatu ... yang dapat dilakukan anak 14 tahun."

Assange juga mengklaim Clinton "hampir tidak melakukan upaya apapun" untuk menjaga agar email pribadinya tetap aman dari serangan selama menjabat sebagai menteri luar negeri.

"Sekarang, apakah dia berusaha untuk mengamankannya dari orang-orang Republik? Mungkin," ujar Assange.

Hannity mewawancarai Assange di Kedutaan Besar Ekuador di London. Dia sudah "terkurung" di sana selama lima tahun untuk menghindari ekstradisi ke Swedia atas tuduhan pelecehan seksual, yang dibantah Assange dan dianggap sejumlah pihak dibuat-buat.

WikiLeaks mempublikasikan lebih dari 50 ribu email yang membongkar praktek mencurigakan Clinton Foundation, wartawan senior yang bekerja untuk tim kampanye Clinton, orang-orang kepercayaannya yang mengejek Katolik dan pejabat tinggi Komite Nasional Demokrat yang memberikan pertanyaan debat kepada Clinton sebelum acara dimulai.

Assange berulangkali membantah tudingan Gedung Putih bahwa Rusia berada di balik peretasan email Partai Demokrat dan Podesta. Dia menegaskan, email-email tersebut didapatkan WikiLeaks dari sumber yang sama sekali tidak memiliki kaitan dengan Rusia atau negara manapun. Menurutnya, Washington hanya mengambinghitamkan Rusia untuk mendelegitimasi Presiden terpilih AS Donald Trump.

Terbaru
14 Februari 2017 | 15:09
Pegunungan Alpen longsor, 4 tewas
11 Februari 2017 | 12:14
Turki adakan referendum 16 April
11 Februari 2017 | 09:27
Turki sita heroin senilai US$ 4,1 juta
Eropa
Berita Terkait
20 Februari 2017 | 10:24
Malaysia panggil Dubes Korut
20 Februari 2017 | 09:31
Kebakaran di Myanmar meluas ke Cina