Eropa

Polisi Prancis tangkap mantan PM Kosovo atas kasus kejahatan perang

2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:42
05 JAN 2017
Ramush Haradinaj
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Kepolisian Prancis menangkap mantan perdana menteri Kosovo Ramush Haradinaj, komandan gerilya dalam Perang Kosovo 1998-1999, berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Serbia, kata sumber polisi dan Kementerian Luar Negeri Kosovo.

Serbia menganggap Haradinaj sebagai penjahat perang karena memimpin pemberontakan di Kosovo yang menyatakan diri merdeka pada 2008 atas dukungan negara-negara Barat.

Haradinaj pernah menjabat sebagai PM pada 2004 hingga 2005, saat Kosovo berada dalam masa transisi pemerintahan di bawah PBB, sebelum kemudian diadili dan dibebaskan sebanyak dua kali atas tuduhan kejahatan perang di pengadilan Den Hag

"Dia dihentikan otoritas Prancis berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Serbia pada 2004, yang tak dapat kami terima," kata Kemenlu Kosovo dalam sebuah pernyataan dikutip dari VOA hari ini.

Kemenlu Kosovo mengatakan sedang melakukan berbagai macam upaya untuk membebaskan Haradinaj.

Polisi perbatasan Prancis menangkap Haradinaj pada Rabu ketika ia tiba di Bandar Udara Internasional Basel-Mulhouse-Freiburg setelah melakukan penerbangan dari ibu kota Kosovo, Pristina.

Sumber kehakiman Prancis mengatakan penyelidik akan mendalami apakah ada alasan untuk tidak memenuhi permintaan ekstradisi Haradinaj pada Kamis. Mereka akan mencaritahu apakah Haradinaj pernah diadili di pengadilan PBB atas kasus sama yang terdapat dalam surat perintah penangkapan.

Haradinaj merupakan bekas pemimpin Aliansi Masa Depan Kosovo. Dia ditangkap saat melakukan perjalanan ke Prancis menggunakan paspor diplomatik.

Pada Juni 2015, Haradinaj ditangkap oleh polisi Slovenia tapi dibebaskan dua hari kemudian karena mendapat tekanan diplomatik. Kosovo dan Prancis menikmati hubungan baik secara diplomatik, dan Paris merupakan salah satu pendukung utama kemerdekaan salah satu negara termuda di dunia tersebut.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
17 Mei 2017 | 15:04
Puasa 21 jam di Greenland
11 Mei 2017 | 08:03
Hollande mengundurkan diri
Eropa