Eropa

Wabah flu paksa Ceko larang ekspor obat

1.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:40
10 JAN 2017
Ilustrasi
Reporter
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Xinhuanet

Rimanews - Kementerian Kesehatan Ceko melarang ekspor obat anti-flu Tamiflu sebagai reaksi atas wabah flu di negara itu yang menewaskan sedikitnya 9 orang antara 21 Desember dan 6 Januari.

Simpanan Tamiflu mencukupi, tapi ekspor dan penjualan obat tersebut di luar negeri dapat membatasi ketersediaan obat itu di negeri tersebut.

Lembaga Kesehatan Negara Ceko (SZU) di dalam satu laporan pada Senin (9/1) mengatakan, selain 9 meninggal, sebanyak 35 kasus flu serius dicatat di negeri itu sejak awal musim liburan sampai 6 Januari, sebagian besar kasus melibatkan pasien yang berusia di atas 60 tahun.

Banyak rumah sakit dan tempat penampungan orang tua di seluruh negeri tersebut telah melarang kunjungan.

Menteri Kesehatan Ceko, Miloslav Ludvik, mengatakan pelarangan ekspor adalah bentuk tanggung jawab negara menghadapi wabah flu yang melanda di seluruh negeri.

Jumlah orang yang terserang penyakit pernafasan akut atau flu naik jadi 1.528 per 100.000 warga dalam pekan pertama Januari, yang merupakan kenaikan 49 persen dibandingkan dengan kondisi pada pekan terakhir Desember 2016.

Menurut SZU, kenaikan itu telah dicatat pada semua kelompok usia dan semua wilayah. Angka penyakit tertinggi berada di Moravia.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
24 Maret 2017 | 07:00
Teroris London seorang residivis
13 Maret 2017 | 20:47
Turki panggil diplomat Belanda
13 Maret 2017 | 11:35
Belanda tolak minta maaf ke Turki