Eropa

10 serangan anti-pengungsi terjadi di Jerman setiap hari

4.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:46
27 FEB 2017
Dok. Tempat penampungan pengungsi terbakar.
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Aljazeera

Rimanews - Kementerian dalam negeri Jerman mengatakan lebih dari 2.500 pengungsi mendapatkan serangan sepanjang tahun lalu dan membuat sedikitnya 560 orang terluka, termasuk 43 anak-anak.

Dalam pernyataan Minggu (26/02), mengutip data kepolisian, Kemendagri Jerman mengatakan serangan terhadap pengungsi, imigran dan tempat tinggal sementara mereka pada 2016 berjumlah 3.500, atau setara 10 kekerasan anti-pengungsi setiap harinya.

"Orang-orang yang melarikan diri dari negara mereka dan mencari perlindungan di Jerman memiliki hak mendapatkan tempat penampungan yang aman," kata Kemendagri Jerman, AFP melaporkan, dikutip dari Al Jazeera.

Dalam salah satu kasus serangan terhadap pengungsi, seorang anggota organisasi neo-Nazi Jerman membakar gedung olahraga yang dijadikan lokasi penampungan pengungsi hingga menyebabkan kerugian materi senilai US$ 3,7 juta atau setara Rp 49,37 miliar. Pelaku divonis delapan tahun penjara pada Februari atas perbuatannya itu.

Kasus lainnya yang juga mengagetkan dunia terjadi setahun lalu saat masyarakat Jerman menyaksikan dengan riang bahkan bertepuk tangan saat rumah yang digunakan untuk menampung pengungsi terbakar.

Ulla Jelpke, anggota parlemen dari partai sosialis Die Linke, menyalahkan kelompok sayap kanan Jerman atas tingginya angka kekerasan terhadap pengungsi dan mendesak pemerintah segera mengambil langkah yang lebih tegas.

"Terjadi 10 tindakan (kriminal) setiap harinya," kata Jelpke kepada harian Funke Mediengruppe. "Apakah harus ada yang tewas terlebih dahulu agar kekerasan kelompok sayap kanan dianggap sebagai masalah keamanan domestik dan menjadikannya agenda kebijakan utama?"

Dari ribuan serangan itu, 988 di antaranya adalah aksi pembakaran terhadap tempat penampungan pengungsi. Angka kekerasan pada pengungsi pada 2016 meningkat tajam dari dua tahun sebelumnya dengan hanya 199 kasus serupa.

KATA KUNCI : , , , ,
Eropa
Sponsored