Eropa

Erdogan tuding pemerintah Jerman bertindak layaknya Nazi

4.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:26
06 MAR 2017
Recep Tayyip Erdogan. Foto: Reuters
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Theguardian

Rimanews - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding Jerman melakukan tindakan fasis yang mirip era Nazi dengan melarang aksi mengajak penduduk Turki di Jerman mendukung referendum.

"Tindakan Anda tidak ada bedanya dengan Nazi di masa lalu," kata Erdogan dalam unjuk rasa mendukung referendum konstitusi Turki, yang akan memberikan kekuasaan sangat besar kepada presiden, di Istanbul, dikutip dari the Guardian, hari ini.

"Saya pikir Jerman sudah meninggalkan (praktek-praktek yang dilakukan Nazi) sejak lama. Kami salah," tambahnya.

Pekan lalu, pemerintah federal di dua negara bagian Jerman menarik izin unjuk rasa politik di permukiman warga Turki di Jerman menyusul meningkatnya kemarahan publik atas penangkapan jurnalis berkebangsaan Turki-Jerman di Ankara.

Pemerintah Cologne di North-Rhine Westphalia dan Gaggenau di Baden-Wurttemberg membatalkan aksi mendukung referendum Turki karena alasan keamanan. Kedatangan Menteri Ekonomi Nihat Zeybekci di hotel Cologne tetap sesuai jadwal meski keamanan akan ditingkatkan.

Pekan lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel menolak seruan larangan secara umum terhadap Erdogan dan menteri-menterinya berkampanye di Jerman. Juru bicara Merkel mengatakan hal itu penting untuk menghormati kebebasan berbicara.

"Pemerintah Jerman menyesalkan fakta bahwa kebebasan berbicara dan kebebasan pers di Turki saat ini mencapai level yang tidak dapat diterima," kata Steffen Seibert.

Pelarangan yang dilakukan Jerman membuat marah pemerintah Turki, yang menuduh Berlin menentang referendum bulan depan. Ankara memanggil duta besar Jerman sebagai bentuk protes.

"Anda menguliahi kami soal demokrasi dan kemudian Anda tidak membiarkan menteri-menteri negeri ini berbicara di sana," kata Erdogan, seraya menambahkan bahwa Jerman tidak "menghormati pendapat dan gagasan".

Terbaru
27 Mei 2017 | 11:42
Merkel serang balik Trump
17 Mei 2017 | 15:04
Puasa 21 jam di Greenland
11 Mei 2017 | 08:03
Hollande mengundurkan diri