Eropa

Belanda tolak minta maaf ke Turki

3.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:35
13 MAR 2017
Mark Rutte
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Antara

Rimanews - Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menolak untuk meminta maaf karena melarang menteri Turki turut serta dalam aksi pro-Ankara di Rotterdam. Akan tetapi, Rutte tetap berharap bahwa sengketa diplomatik dapat diredam.

"Sama sekali tidak ada alasan yang bisa dibuat, mereka harus membuat alasan untuk apa yang mereka lakukan kemarin," kata Rutte kepada wartawan saat dia berkampanye, kemarin.

Sebelumnya, Belanda melarang menteri luar negeri Turki mendarat di Rotterdam, di tengah perselisihan menyangkut kampanye politik Ankara di antara para emigran Turki. Larangan Belanda membuat Presiden Tayyip Erdogan menyebut negara sesama anggota NATO itu sebagai "sisa-sisa Nazi".

"Negara ini dibom selama Perang Dunia II oleh Nazi. Sepenuhnya tidak bisa diterima berbicara dengan cara seperti itu," kata Rutte di Den Haag.

Keputusan Menteri Keluarga Turki Fatma Betul Sayan Kaya menentang peringatan Belanda telah menyebabkan "malapetaka", kata Rutte.

Dia mendesak warga Belanda tetap tenang. "Kami memiliki masyarakat yang luar biasa… dan sebagian besar warga Belanda keturunan Turki telah berbaur dengan baik," katanya.

Ketegangan masih tinggi, dengan Erdogan pada Minggu memperingatkan bahwa Belanda akan "membayar konsekuensi" atas tindakannya.

Namun, Rutte mengatakan: "Demi kepentingan hubungan kami di Uni Eropa, dengan Turki, rasanya saat ini penting untuk berusaha dan meredam sejumlah peristiwa, tidak menambahnya."

"Tentu, jika Turki terus berbicara dengan cara yang menyakitkan tentang Belanda, kami harus mempertimbangkan langkah berikutnya," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP. 

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
27 Mei 2017 | 11:42
Merkel serang balik Trump
17 Mei 2017 | 15:04
Puasa 21 jam di Greenland
11 Mei 2017 | 08:03
Hollande mengundurkan diri