Eropa

Dubes Belanda dilarang masuk Turki

3.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:33
14 MAR 2017
Duta Besar Belanda di Ankara Kees Cornelis van Rij (kiri) bersalaman dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: Tccb.gov.tr
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
BBC

Rimanews - Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus mengatakan duta besar Belanda dilarang kembali ke Ankara, dan hubungan diplomatik tingkat tinggi kedua negara ditangguhkan setelah Amsterdam melarang menteri Turki melakukan kampanye politik terkait referendum di Rotterdam akhir pekan lalu.

Bukan hanya di Belanda, upaya pemerintah Turki menggelar kampanye politik di Jerman, Swiss, dan Austria juga dilarang pemerintah setempat. Kampanye tersebut dilakukan untuk mengajak warga Turki yang tinggal di luar negeri memilih "Ya" dalam referendum yang akan memperluas kekuasaan Presiden Recep Tayyip Erdogan bulan depan.

"Kami tidak akan mengizinkan pesawat yang membawa diplomat atau utusan Belanda mendarat di Turki atau menggunakan wilayah udara kami," kata Kurtulmus, yang juga menjabat sebagai juru bicara pemerintah Turki, dikutip dari BBC hari ini.

Duta Besar Belanda untuk Turki Kees Cornelis van Rij saat ini sedang berada di luar negeri dan posisinya untuk sementara digantikan oleh charge d'affaires, Daan Feddo Huisinga.

Kurtulmus menambahkan Van Rij akan dilarang masuk ke Turki sampai pemerintah Belanda mengambil langkah-langkah "memperbaiki tindakannya".

Erdogan menuduh pemerintah Belanda dan Jerman bergaya seperti Nazi, khususnya di Rotterdam, karena polisi menggunakan anjing dan water cannon untuk membubarkan massa yang berkumpul di kantor konsulat jenderal Turki. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan pelarangan kampanye politik pejabat Turki di Rotterdam dilakukan karena alasan keamanan.

Pada Senin, Kementerian Luar Negeri Belanda mengeluarkan peringatan perjalanan ke Turki dan meminta warganya yang saat ini berada di negara tersebut untuk lebih berhati-hati akibat ketegangan diplomatik antara Ankara dan Amsterdam pasca-pelarangan kampanye politik di Rotterdam.

Terbaru
27 Mei 2017 | 11:42
Merkel serang balik Trump
17 Mei 2017 | 15:04
Puasa 21 jam di Greenland
11 Mei 2017 | 08:03
Hollande mengundurkan diri