Eropa

GCHQ bantah bantu Obama sadap Trump

1.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:56
17 MAR 2017
Dok. Markas besar badan intelijen Inggris, GCHQ. Foto: The Guardian
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Theguardian

Rimanews - Badan intelijen Inggris, GCHQ, membantah tuduhan berulang juru bicara Gedung Putih Sean Spicer yang mengatakan mereka membantu Barack Obama menyadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump jelang Pemilu tahun lalu.

"Tuduhan terbaru yang dibuat komentator media hakim Andrew Napolitano bahwa GCHQ diminta melalukan penyadapan terhadap presiden terpilih adalah omong kosong," kata juru bicara GCHQ dalam sebuah pernyataan, dikutip dari the Guardian hari ini. "(Tuduhan itu) menggelikan dan harus diabaikan."

Pekan ini, Napolitano, analis hukum Fox News, mengklaim tiga sumber intelijen membenarkan bahwa pemerintahan Obama menggunakan GCHQ untuk memata-matai Trump agar tidak ada "sidik jari Amerika" dalam aksi tersebut.

Spicer mengutip ucapan Napolitano sebagai upaya untuk memvalidasi klaim tanpa bukti Trump bahwa Obama menyadap teleponnya tahun lalu.

Lembaga intelijen Amerika dan Inggris memiliki hubungan yang sangat baik. Bersama Australia, Selandia Baru, dan Kanada, mereka membentuk aliansi intelijen yang dikenal dengan sebutan "Five Eyes".

Berdasarkan dokumen yang dibocorkan Edward Snowden, pejabat intelijen Inggris mempersilahkan agen Amerika untuk menyimpan dan menganalisis catatan internet dan emal warga Inggris. Snowden juga mengungkapkan bahwa NSA menyerahkan uang sebesar 100 juta poundsterling atau setara Rp 1,64 triliun secara rahasia.

KATA KUNCI : , , , , , ,
Terbaru
13 Maret 2017 | 20:47
Turki panggil diplomat Belanda
13 Maret 2017 | 11:35
Belanda tolak minta maaf ke Turki
25 Februari 2017 | 12:20
Rusia negara miskin atau kaya?
23 Februari 2017 | 13:23
Turki izinkan tentara berjilbab