Eropa

Pengungsi Suriah bakar diri di Yunani

4.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:11
31 MAR 2017
Ilustrasi
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Aljazeera

Rimanews - Pengungsi Suriah melakukan aksi bakar diri di pulau Chios, Yunani, tiga hari setelah pengungsi lainnya ditemukan tewas tergantung di pelabuhan Piraeus, dekat ibu kota Athena. Kondisi korban dilaporkan kritis karena menderita luka bakar 85 persen.

Insiden tersebut terjadi kemarin sekitar pukul 14.00 waktu setempat di dalam pusat penahanan pengungsi Vial. Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan pria 29 tahun itu diselimuti api, beberapa saat setelah petugas polisi berusaha mencegah.

Korban dilarikan ke Rumah Sakit Skilitseion dan akan dipindahkan melalui udara ke Athena untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

"Kondisinya serius," kata eleni Voutierou, manajer Rumah Sakit Skilitseion, dikutip dari Al Jazeera.

Petugas polisi yang juga terluka dalam insiden tersebut, menderita luka bakar 7 persen di tangan dan 3 persen di wajah. Dia juga akan dirawat di rumah sakit Athena.

Sekitar 62 ribu pengungsi dan imigran terjebak di Yunani setelah Uni Eropa menutup pintu masuk ke Benua Biru usai menandatangani perjanjian kontroversial dengan Turki Maret tahun lalu. Berdasarkan perjanjian tersebut, pengungsi dan imigran yang tiba di Yunani setelah 20 Maret 2016, akan ditempatkan di pusat penahanan di lima pulau, termasuk Chios, dan dideportasi ke Turki jika permohonan suaka mereka ditolak.

Sejak itu, ketegangan berulangkali terjadi di pusat penahanan pengungsi karena lambatnya proses relokasi dan kondisi hidup yang sulit. Hal tersebut membuat beberapa pengungsi putus asa dan berusaha membunuh diri mereka, menurut kelompok HAM.

"Kesehatan mental banyak pemohon suaka dan imigran yang terdampar di Yunani dan terjebak di pulau-pulaunya, memburuk karena kondisi tempat mereka tinggal, dan kegelisahan atas apa yang mungkin terjadi pada mereka di masa depan," kata Eva Cosse, spesialis Human Rights Watch di Yunani.

"Otoritas harus memindahkan mereka sesegera mungkin ke tempat tinggal yang lebih layak, dan meningkatkan layanan kesehatan mental yang sangat dibutuhkan dan dukungan psikososial. Komisi Eropa juga harus memastikan bantuan dialokasikan kepada semua pengungsi tanpa diskriminasi, termasuk penyandang cacat psikososial," tambahnya.

Terbaru
16 April 2017 | 11:04
Turki gelar referendum hari ini
8 April 2017 | 15:00
PBB kecam serangan Stockholm