Eropa

Demo 'Welcome to Hell' sambut KTT G20

6.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:04
07 JUL 2017
Polisi bentrok dengan pengunjuk rasa di dekat lokasi penyelenggaraan KTT G20 di Hamburg, Jerman, Kamis (06/07/2017). Foto: ABC
Reporter
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa jelang pelaksanaan KTT G20 di Hamburg pada Kamis (06/07/2017), menodai upaya Kanselir Jerman Angela Merkel memperkuat citranya jelang Pemilu September.

Merkel tengah berkampanye agar dapat kembali terpilih sebagai kanselir untuk keempat kalinya.

Dia bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama sekitar satu jam pada Kamis malam, tapi kurang dari 60 menit kemudian bentrokan pecah antara polisi dan pengunjuk rasa antikapitalis dengan tempat penyelenggaraan KTT G20.

Polisi menggunakan water cannon untuk membubarkan pengunjuk rasa, CNBC melaporkan.

Saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa setidaknya ada satu pengunjuk rasa yang terluka, namun sudah mendapatkan perawatan medis. "Welcome to Hell" adalah kalimat sambutan mereka bagi Trump dan pemimpin G20 lainnya.

Merkel mengambil risiko dengan mengadakan KTT G20 di Hamburg karena ingin menunjukkan kepada dunia bahwa protes besar diperbolehkan dalam alam demokrasi.

Ketika para pemimpin G20 melakukan pertemuan informal, ribuan pengunjuk rasa dari seluruh wilayah Eropa menyebut forum internasional pemerintah dan gubernur bank sentral dunia yang didirikan pada 1999, telah gagal mengatasi berbagai permasalahan yang mengancam perdamaian dunia.

Polisi mengatakan, sekitar 100 ribu orang ikut serta dalam unjuk rasa tersebut, di mana 8.000 di antaranya dianggap berpotensi melakukan aksi kekerasan. Tak kurang dari 20 ribu petugas keamanan diterjunkan untuk mengamankan aksi tersebut.

Trump-Putin bertemu pertama kali

Trump rencananya akan melakukan pertemuan tatap muka pertama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT G20.

Dalam pertemuan yang dijadwalkan berlangsung hari ini, kedua pemimpin akan membahas berbagai isu, terutama Suriah.

Trump meminta Rusia "bergabung dengan kelompok negara-negara bertanggung jawab dalam pertempuran melawan musuh bersama, sekaligus mempertahankan peradaban ini."

Pejabat Rusia mengatakan, Putin berharap pertemuan tersebut dapat membuka halaman baru kerja sama dalam memerangi terorisme, bukan hanya ISIS di Suriah, tapi lebih luas lagi, seperti dikutip dari The Guardian.

KATA KUNCI : , , , , , ,
Eropa