Timur Tengah

350 Orang Berhasil Tinggalkan Aleppo Timur

2.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:10
19 DES 2016
Dok. Seorang pria mendorong gerobak dengan seorang wanita terbaring diatasnya menunggu evakuasi dari wilayah Aleppo, Suriah, Kamis (15/12).
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Aljazeera

Rimanews - Konvoi pertama evakuasi warga sipil dan gerilyawan dari Aleppo timur dalam lebih dari 48 jam terakhir berhasil meninggalkan kota tersebut dengan aman, kata kelompok pemantau.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang bermarkas di Inggris mengatakan, pasukan pemerintah mengizinkan lima bus berisi sekitar 350 orang pergi meninggalkan Aleppo timur jelang tengah malam pada Minggu (18/12).

Pejabat medis di lapangan mengonfirmasi bahwa konvoi kendaraan tersebut telah meninggalkan Aleppo timur.

"Lima bus yang membawa pengungsi dari Aleppo timur yang diblokade telah tiba," kata Amhad al-Dbis, ketua tim dokter dan relawan koordinator evakuasi di kota kekuasaan gerilyawan, Khan al-Assal. Dari kota tersebut, warga dapat melanjutkan perjalanan menuju provinsi Idlib atau wilayah Aleppo lain.

"Kondisi mereka buruk sekali," kata Al-Dbis kepada AFP. "Mereka belum makan, tidak punya minuman, anak-anak kedinginan, mereka bahkan tak dapat pergi ke toilet."

Observatorium Suriah mengatakan, ke-350 orang itu dapat pergi meninggalkan Aleppo timur setelah Rusia dan Turki mendesak pemerintah Suriah untuk mengizinkan bus-bus evakuasi lewat.

Evakuasi warga sipil dan gerilyawan dari Aleppo timur sempat dihentikan pada Jumat setelah terdapat laporan mengenai penyerangan yang dilakukan sniper rezim di daerah Ramousah yang menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.

Sebelumnya, pemerintah Suriah dan sekutu-sekutunya sepakat mengizinkan warga sipil dan gerilyawan pergi meninggalkan Aleppo timur setelah oposisi mengaku kalah dan mau menyerahkan kekuasaan di kota tersebut kepada rezim Bashar al-Assad.

Sejumlah bus evakuasi juga sempat diserang oleh kelompok tak dikenal yang membakarnya hingga menewaskan seorang sopir, kata Observatorium Suriah. Stasiun televisi pemerintah menyiarkan gambar-gambar bus terbakar tersebut yang rencananya akan membawa warga Fouaa dan Kefraya.

Laporan menyebutkan bahwa sejumlah ambulans dan bus akhirnya dapat masuk ke Fouaa dan Kefraya pada Minggu malam setelah dihadang selama beberapa jam.

Observatorium Suriah mengatakan, misi evakuasi akan membawa sekitar 4.000 orang, termasuk pasien, anak yatim dan keluarga.

Timur Tengah