Timur Tengah

Sepanjang 2016, lebih dari 6 ribu warga sipil tewas di Irak

2.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
23:18
03 JAN 2017
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Daily Mail

Rimanews - Konflik yang terjadi di Irak sepanjang 2016 menewaskan sedikitnya 6.878 warga sipil, kata PBB. Pemerintah Irak kesulitan menstabilkan keamanan negara yang hancur akibat invasi Amerika Serikat dan cengkeraman ISIS.

Misi Bantuan PBB di Irak (UNAMI) mengatakan, angka yang mereka publikasikan "harus dianggap sebagai jumlah minimum absolut" karena mereka pun tak mampu memverifikasi seluruh korban di negara yang sudah dilanda konflik selama lebih dari satu dekade tersebut. PBB juga tidak mengetahui secara pasti jumlah korban jiwa akibat "efek sekunder kekerasan ... (seperti) paparan elemen-elemennya, kekurangan air, makanan, obat, dan layanan kesehatan".

Sekitar 12.388 warga sipil juga terluka akibat konflik di Irak sepanjang 2016, kata UNAMI dalam pernyataan yang dikutip dari The Associated Press hari ini.

Badan PBB itu menambahkan, angka yang mereka rilis tidak termasuk korban sipil di provinsi Anbar pada bulan Mei, Juli, Agustus, dan Desember.

Tahun lalu, UNAMI mencatat, sedikitnya 7.515 warga sipil tewas terbunuh sepanjang 2015.

Laporan bulanan PBB mengenai korban jiwa di Irak pada Desember 2016 menunjukkan bahwa 386 warga sipil tewas sementara 1.066 lainnya terluka akibat konflik. Sebagian besar korban berasal dari provinsi Ninevah, lokasi pertempuran antara ISIS dan pasukan pemerintah yang berupaya merebut kendali di kota Mosul. Sedikitnya 208 warga sipil tewas dan 511 lainnya terluka dalam pertempuran di provinsi tersebut.

Baghdad menjadi provinsi kedua paling mematikan di Irak bulan lalu dengan 109 korban tewas dan 523 terluka.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
5 April 2017 | 12:40
ISIS sebut Trump idiot
Timur Tengah