Timur Tengah

2016, tahun paling mematikan bagi anak Palestina dalam 10 tahun

2.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:29
05 JAN 2017
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Aljazeera

Rimanews - Tahun 2016 menjadi yang paling mematikan bagi anak-anak Muslim Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem dalam 10 tahun terakhir. Tentara Israel membunuh 32 anak-anak Palestina di bawah usia 18 tahun, atau yang terbanyak dalam satu dekade terakhir, kata Pertahanan Anak Internasional (DCI) dalam laporannya.

Sebagian besar korban tewas dalam operasi militer Israel di berbagai lokasi di Palestina yang diduduki, konfrontasi dengan tentara, dugaan penyerangan atau bahkan unjuk rasa damai.

"Tentara Israel menerapkan kebijakan tembak mati. Mereka diberi izin untuk membunuh warga Palestina, dan fakta bahwa mereka dapat melakukannya dengan impunitas dan tanpa konsekuensi menjadi fondasi aksi penembakan," kata Ayed Abu Eqtaish, direktur program akuntabilitas DCI Palestina, dikutip dari Al Jazeera hari ini.

Sejak Oktober 2015, tentara dan pemukim Yahudi bertanggung jawab atas pembunuhan setidaknya 244 warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem. Sementara 36 warga Israel tewas dalam penusukan dan penembakan yang dilakukan warga Palestina selama periode yang sama.

"Situasi politik, terutama sejak pemberontakan Yerusalem Oktober 2015, membuat jumlah korban jiwa naik karena ketegangan dan bentrokan antara tentara Israel dan warga Palestina meningkat," jelas Abu Eqtaish.

Dari 32 anak-anak Palestina yang tewas, 19 di antaranya berusia 16 dan 17 tahun sementara sisanya berumur 13 sampai 15, menurut DCI Palestina.

Pada 2015, anak-anak di bawah 18 tahun yang tewas Tepi Barat dan Yerusalem berjumlah 28 orang. Setahun sebelumnya, korban anak berjumlah 13 dan pada 2013 hanya empat orang.

Terbaru
25 Januari 2017 | 10:09
Tank Israel tembaki jalur gaza
Timur Tengah
Berita Terkait