Timur Tengah

UEA larang warga pelihara hewan buas

2.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:36
05 JAN 2017
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Uni Emirat Arab (UEA) melarang warganya memelihara hewan-hewan buas seperti harimau dan cheetah, dan jika kedapatan membawa mereka jalan-jalan ke luar, pemilik akan dijebloskan ke penjara atau membayar denda.

Dilansir Middle East Eye, mengutip laporan Gulf News, aturan yang diumumkan Juni 2015 mulai berlaku tahun ini. Aturan tersebut melarang kepemilikan "setiap jenis hewan liar yang sudah dijinakkan, tapi berbahaya".

"Kebanyakan hewan liar tak dapat dijadikan peliharaan karena perilakunya dapat berubah secara tak terduga hingga membuatnya tidak dapat dikendalikan," jelas aturan tersebut. "Siapapun yang membawa macan tutul, cheetah atau hewan eksotis lainnya jalan-jalan keluar akan dijatuhi hukuman enam bulan penjara dan denda" USD 136 ribu atau setara Rp 1,81 miliar.

Dalam beberapa tahun terakhir, warga UEA dan negara-negara Teluk senang memelihara hewan buas. Beberapa di antaranya bahkan sering mengajak mereka jalan-jalan menggunakan mobil, bahkan ke pantai.

Pada Oktober, lima ekor harimau bermain-main di sebuah pantai dekat hotel mewah Burj al-Arab dan diabadikan oleh pemiliknya yang kemudian mengunggahnya ke situs berbagi video, YouTube. Dalam kesempatan lain, seorang pria terlihat mengendarai mobil dengan seekor singa di kursi penumpang.

Di negara tetangga Qatar, seekor harimau lepas di sebuah jalan tol saat diajak berkeliling oleh pemiliknya di ibu kota Doha Maret tahun lalu.

Al-Ittihad, harian berbahasa Arab di Abu Dhabi, melaporkan siapapun yang menggunakan hewan buas untuk meneror warga akan dijebloskan ke penjara atau dikenai denda USD 200 ribu. Sementara mereka yang menggunakannya untuk menyerang orang lain dan menyebabkan cacat fisik akan dijatuhi hukuman tiga sampai tujuh tahun penjara. Jika korban meninggal dunia, maka pemilik akan mendekam di balik jeruji besi seumur hidup.

Hukuman yang diterima pemilik berbeda lagi jika korban hanya menderita luka ringan, yakni penjara kurang dari setahun dan denda tak lebih dari USD 100 ribu.

Terbaru
5 April 2017 | 12:40
ISIS sebut Trump idiot
Timur Tengah