Timur Tengah

Kepolisian Israel interogasi Netanyahu atas dugaan kasus korupsi

2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
08:09
06 JAN 2017
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
AFP

Rimanews - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diinterogasi aparat kepolisian Israel, untuk kedua kalinya dalam pekan ini, atas dugaan kasus korupsi, pada Kamis (05/01) sore waktu setempat.

Pemeriksaan terhadap Netanyahu berlangsung di kediaman resmi perdana menteri di Jerusalem. Namun, juru bicara kepolisian menolak memberikan komentar lebih detil soal penyelidikan tersebut.

Sebelumnya, tim penyelidik pada Senin (02/01) juga memeriksa Netanyahu untuk pertama kalinya, selama lebih dari tiga jam, di tempat yang sama.

Tak lama setelah pemeriksaan pada Senin malam, Jaksa Agung Avichai Mandelblit mengeluarkan pernyataan, yang untuk pertama kalinya menyatakan bahwa sang perdana menteri sedang diperiksa sebagai tersangka dalam dua dugaan kasus korupsi. Akan tetapi, pihak kepolisian menolak menjawab pertanyaan apakah Netanyahu diperiksa sebagai saksi atau tersangka.

Menurut sejumlah sumber, kasus kemungkinan korupsi tersebut melibatkan para pelaku bisnis Israel dan asing. Akan tetapi, Netanyahu meremehkan penyelidikan tersebut.

"(Mereka) tidak akan (menemukan) apa-apa, karena tidak ada apa-apa," cetusnya.

Netanyahu diduga telah menerima hadiah dari para pebisnis, demikian menurut Jaksa Agung Avichai Mandelblit, yang mengawasi penyelidikan itu. Dia telah memberikan beberapa rincian lainnya.

Media Israel mengatakan, Netanyahu ia diduga menerima gratifikasi puluhan ribu dollar. Penyelidikian telah mengguncang panggung politik Israel dan memunculkan berbagai keraguan apakah Netanyahu akhirnya bisa dilengserkan dari jabatannya.

Miliarder AS dan Ketua Kongres Yahudi Sedunia (WJC), Ronald Lauder, juga termasuk di antara beberapa pengusaha yang diduga memberikan hadiah kepada Netanyahu.

Lauder, yang berasal dari keluarga pendiri rantai bisnis raksasa Estee Lauder, merupakan sekutu lama dari Netanyahu.

PM Netanyahu juga telah mengakui menerima sejumlah uang dari taipan Perancis, Arnaud Mimran.

Media-media Israel melaporkan, hadiah yang diterima Netanyahu dari Mimran, bernilai 40.000 dollar AS atau lebih dari Rp 536 juta.

Uang tersebut diberikan sebagai dana kampanye pada tahun 2001, ketika Netanyahu sedang tidak memangku jabatan publik.

Penyelidikan telah menyebabkan perdebatan sengit dalam politik Israel. Para sekutu Netanyahu menuduh politisi oposisi dan beberapa di media telah menekan Jaksa Agung tidak adil.

Terbaru
25 Januari 2017 | 10:09
Tank Israel tembaki jalur gaza