Timur Tengah

Tahanan Guantanamo merasa dilahirkan kembali usai bertemu keluarga

2.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
06:36
07 JAN 2017
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Theguardian

Rimanews - Empat warga Yaman yang ditransfer dari penjara terkejam dunia, Guantanamo, tiba di Arab Saudi dan merasa seperti dilahirkan kembali ketika bertemu dengan keluarga mereka untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun.

Di ibu kota Saudi, wartawan AFP melihat keempat tahanan itu tiba di terminal yang biasanya khusus digunakan oleh keluarga kerajaan di Bandar Udara Internasional Raja Khalid.

Baik tahanan maupun keluarga yang menanti kedatangan mereka menangis setelah menahan rindu selama bertahun-tahun. Salah seorang bekas tahanan Guantanamo, Salim Ahmed bin Kanad, mengatakan kepada wartawan bahwa ia merasa seperti dilahirkan kembali setelah melihat anggota keluarganya.

Mohammed Bawazir, tahanan lain, berharap dapat melupakan pengalaman pahit yang dialaminya selama ditahan di Guantanamo dan melanjutkan kehidupan dengan normal. Banyak dari mereka yang ditahan tanpa tuntutan sama sekali selama bertahun-tahun dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan dengan metode penyiksaan yang sangat kejam.

"Saya ingin mengembalikan 15 tahun yang hilang kepada keluarga saya," katanya, dikutip dari the Guardian hari ini.

Dua tahanan lain diketahui bernama Mohammed Rajab Abu Ghanim dan Abdullah Yahya al-Shalabi.

Pada Selasa, Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengatakan di Twitter: "Tidak ada lagi yang boleh dibebaskan dari Gitmo. Mereka adalah orang-orang yang berbahaya dan tak boleh dibiarkan kembali ke medan perang."

Beberapa jam kemudian, juru bicara Barack Obama, Josh Earnest, mengatakan akan ada sejumlah tahanan lagi yang akan ditransfer ke negara lain sebelum Trump dilantik pada 20 Januari.

Mantan tahanan Guantanamo sebenarnya tidak dibebaskan secara penuh. Mereka akan tetap ditahan dan mengikuti program rehabilitasi dan deradikalisasi dan baru akan dibebaskan jika otoritas setempat merasa mereka bukan ancaman lagi.

Hal itu diamini Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz, melalui kementerian dalam negeri, yang mengatakan keempat warga Yaman yang tiba pada Kamis harus menjalani proses rehabilitasi dan deradikalisasi.

Terbaru
13 Januari 2017 | 21:29
Iran boleh impor 130 ton uranium
12 Januari 2017 | 06:15
Maroko larang produksi cadar
6 Januari 2017 | 17:36
Rusia tarik kapal induk dari Suriah