Timur Tengah

WNI selamat dari hukuman pancung di Saudi

3.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:42
07 JAN 2017
Reporter
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh menyelamatkan seorang warga negara Indonesia dari ancaman pancung karena dituduh membunuh WNI lain di Arab Saudi.

Syarif Hidayat Anang ditahan aparat Saudi pada 2013 karena diduga telah membunuh Enah Nurhasan bersama tiga rekannya yang merupakan warga Saudi di kota Ahsa.

Sejak awal kasus ini, KBRI Riyadh terus memberikan pendampingan hukum. KBRI juga menugaskan pengacara Abdullah Al Mohaemeed untuk memberikan pembelaan hingga tahun 2015, dan mulai Mei 2016, pembelaan dilakukan Konsultan Hukum Muhammad Ahmad Al Qarni.

"Dari hasil pendalaman kasus oleh Tim Perlindungan WNI KBRI, kita memiliki keyakinan bahwa Syarif tidak terlibat pembunuhan. Karena itu kita all out memberikan pembelaan untuk membebaskan Syarif," ungkap Dede Rifai, koordinator fungsi konsuler yang mengoordinasikan upaya pembebasan tersebut selama ini. 

Atas upaya pendampingan hukum yang diberikan KBRI, dari empat orang tersangka, hanya Syarif yang dibebaskan dari tuntutan hukuman mati. Sementara tiga warga Saudi tetap menjadi tersangka. Meskipun pengadilan kota Ahsa sudah memutuskan Syarif bebas dari hukuman mati pada 12 Desember lalu, berkas keputusan baru diterima Selasa.

KBRI selanjutnya memulangkan Syarif pada Kamis dan tiba di Jakarta Jumat pukul 22.10 WIB. Syarif didampingi konsultan hukum KBRI Riyadh, Muhammad Ahmad Al Qarni. 

"Saya sangat berterima kasih atas bantuan KBRI yang sejak awal mengawal kasus ini. Saya akan segera pulang sekarang," ujar Syarif dengan penuh keharuan sesaat sebelum naik ke pesawat di bandara Riyadh.

Pembebasan Syarif merupakan pembebasan WNI pertama dari ancaman hukuman mati pada 2017 ini. Tahun lalu, sebanyak 71 WNI berhasil dibebaskan dari ancaman hukuman mati di berbagai negara. Di antaranya 7 WNI di Saudi, 51 WNI di Malaysia, 1 WNI di RRC, 4 WNI di Singapura, dan 8 WNI di Vietnam.

Terbaru
5 April 2017 | 12:40
ISIS sebut Trump idiot
Timur Tengah