Timur Tengah

Arab Saudi "jinakkan" ulama demi reformasi ekonomi

3.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
23:35
08 JAN 2017
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Antara

Rimanews – Wakil Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (31), yang bertanggung jawab mengurusi negara dan masyarakat Arab Saudi, berniat "menjinakkan" ulama garis keras demi mensukseskan visi ekonomi 2030. 

Kepada majalah Foreign Affairs, ia berbicara bahwa sanksi tertentu akan dijatuhkan ke ulama yang memicu kerusuhan menentang rencana pembaruannya itu.

Pangeran Mohammed meyakini, hanya sedikit ulama kerajaan yang terlalu dogmatis, kata majalah itu. 

Selebihnya dapat dibujuk untuk mendukung rencana pembaruannya itu melalui dialog dan keterlibatan langsung, tambahnya. 

Ada kelompok lain yang belum mengambil sikap, atau tidak berkepentingan dalam masalah tersebut, kata Pangeran sebagaimana dikutip majalah itu. 

Meski demikian pihak kerajaan belum memberi keterangan atas pemberitaan tersebut. 

Pangeran Mohammed telah menyusun strategi reformasi ekonomi, disebut "Visi 2030". Rencana itu berupaya mengurangi fokus Arab Saudi ke sektor minyak dan mengedepankan sektor lain. 

Namun program itu dianggap kurang mempertimbangkan perubahan sosial di kerajaan yang cukup konservatif. 

Rencana itu dianggap akan memberdayakan perempuan, mempromosikan tim olahraga, dan meningkatkan investasi di bidang hiburan.

Akan tetapi, strategi itu dinilai cukup kontroversial, mengingat Arab Saudi adalah negara mayoritas muslim Wahabi-Sunni yang mewajibkan pemisahan gender dalam ruang publik, bahkan melarang konser dan bioskop. 

Ulama di Arab Saudi dianggap penting karena memberi legitimasi dan dukungan rakyat ke raja. Mereka menempatkan diri sebagai penjaga kawasan suci umat Islam di Arab. 

Kelompok itu cukup berpengaruh dalam sistem hukum Arab Saudi, tetapi urusan pemerintahan lainnya diserahkan ke raja asalkan tidak bertentangan dengan hukum Islam. 

Terbaru
24 Maret 2017 | 18:46
Diktator Mesir dibebaskan
27 Februari 2017 | 00:23
Pasukan elit Israel masuk ke Suriah