Timur Tengah

Reaksi pemimpin Timteng atas kematian mantan presiden Iran

2.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:00
09 JAN 2017
Akbar Hashemi Rafsanjani
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Daily Mail

Rimanews - Kematian mantan presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani akibat terkena serangan jantung kemarin mendapat tanggapan beragam dari pemimpin negara-negara Timur Tengah. Kebanyakan langsung mengirimkan doa dan ucapan bela sungkawa, tapi tidak dengan Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmed al-Khalifa, yang sejak lama menuding Iran mencampuri urusan dalam negerinya, hanya mengatakan: "Semoga Allah merahmati Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, mantan presiden Republik Islam Iran."

Ucapan bela sungkawa juga diucapkan Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifa. "(Saya) berdoa kepada Allah SWT agar ia dapat beristirahat dengan damai dan menginspirasi presiden dan masyarakat Iran serta keluarganya," katanya.

Saudi, rival utama Iran di Timteng, tidak langsung mengirimkan ucapan belasungkawa atas kematian Rafsanjani kepada Iran. Salah satu televisi pemerintah justru menyiarkan wawancara dengan anggota Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (MEK) yang menghubungkan Rafsanjani dengan eksekusi massal ribuan tahanan di akhir perang dengan Iran pada 1988.

Sementara Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah mendoakan agar Allah mengampuni dosa-dosa Rafsanjani. "(Saya) berdoa kepada Allah SWT untuk memberikan ampunan kepada almarhum."

Ucapan bela sungkawa juga disampaikan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Qatar dan Iran berbagi kepemilikan ladang gas alam lepas pantai yang cukup besar.

Uni Emirat Arab melalui Menteri Luar Negeri Anwar Gargash, yang sangat vokal dalam mengkritisi Iran, menyebut Rafsanjani sebagai "salat satu pendukung realisme politik dan moderasi di Iran".