Timur Tengah

Saudi beli sistem persenjataan lebih ofensif

5.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
21:10
17 FEB 2017
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pengamat militer di IHS Jane's mengungkapkan Arab Saudi dan beberapa negara Timur Tengah yang bersekutu dengan Barat membeli sistem persenjataan lebih ofensif untuk meningkatkan kemampuan serang jarak jauhnya.

Organisasi yang bermarkas di Inggris itu mengatakan Saudi membeli senjata "dengan tujuan meningkatkan kemampuan serang jet tempurnya, seperti rudal presisi udara-ke-darat, sistem pengendali canggih, dan perlengkapan pengisian bahan bakar di udara untuk memperpanjang durasi terbang," menurut laporan media hari ini, dikutip dari Press TV.

Saudi tampaknya juga akan memperbaharui armada jet tempur Panavia Tornado dan 72 Eurofighter Typhoon yang dipesan lewat BAE Systems Plc, kata IHS Jane's.

IHS Jane's menambahkan anggaran militer Saudi bakal meningkat 3 persen setiap tahun mulai 2018. Pada 2020, anggaran militer negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara total mencapai US$ 180 miliar atau setara Rp 2.403,45 triliun.

Ambisi memiliki peralatan militer yang lebih ofensif sepertinya juga akan terjadi di angkatan laut, tambah organisasi yang memusatkan perhatian untuk menganalisis pertahanan dan intelijen itu.

Analis IHS, Reed Foster, mengatakan "secara tradisional, kemampuan militer di kawasan (Timteng) fokus pada pertahanan."

Namun saat ini, negara-negara sekutu Barat membeli peralatan militer yang memberikan "kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan operasi lintas batas," kata Foster.

Saudi merupakan negara dengan anggaran militer terbesar keempat pada 2016, di bawah Amerika Serikat, Cina, dan India.

Selain mendukung sejumlah kelompok gerilyawan di Suriah, Saudi juga memimpin koalisi negara Timteng dalam perang di Yaman sejak Maret 2015 yang sudah menewaskan lebih dari 10 ribu orang.

Terbaru
9 Juni 2017 | 13:22
Qatar tolak intervensi asing
7 Juni 2017 | 08:57
Qatar negara bermuka dua?
31 Mei 2017 | 18:51
Rusia gempur ISIS dari laut