Timur Tengah

Bunuh warga Palestina, tentara Israel hanya dihukum 18 bulan penjara

3.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:10
21 FEB 2017
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Aljazeera

Rimanews - Tentara Israel yang menembak mati warga Palestina meski korban sudah tak berdaya hanya dijatuhi hukuman 18 bulan penjara atas dakwaan pembunuhan, dikutip dari Al Jazeera.

Pengadilan militer di Tel Aviv menjatuhkan hukuman tersebut kepada Elor Azaria hari ini. Kasus Azaria mencuri perhatian dunia dan membuat pemimpin Palestina meminta PBB turun tangan untuk menyelidikinya.

Dalam sebuah video yang beredar di dunia maya Azaria terlihat meminta rekan-rekannya menyingkir dan menembak Abed al-Fattah al-Sharif tepat di kepala, tanpa provokasi, meski korban sudah tak berdaya dan tergeletak di atas tanah. Video itu direkam di Al Khalil (Hebron), Tepi Barat, pada 24 Maret oleh aktivis kelompok hak asasi manusia B'Tselem.

Berdasarkan hukum yang berlaku di Israel, kasus pembunuhan dapat dijatuhi hukuman maksimal 20 tahun penjara. Namun, hukum tampaknya tak berlaku bagi Azaria yang justru dianggap sebagai pahlawan oleh warga Israel.

Sebagian besar masyarakat Israel menentang penangkapan Azaria dan hanya 5 persen yang menganggap tindakannya sebagai sebuah pembunuhan. Menurut survei Institut Demokrasi Israel Agustus tahun lalu, 65 persen umat Yahudi mendukung Azaria.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan politisi ternama lainnya juga berada di belakang Azaria dan meminta agar pengadilan mengampuninya.

Sejak Oktober 2015, tentara Israel dan warga Yahudi membunuh sedikitnya 244 warga Palestina. Tiga puluh enam warga Israel juga tewas dalam insiden penusukan dan penembakan yang dilakukan orang Palestina selama periode yang sama.

Terbaru
24 Maret 2017 | 18:46
Diktator Mesir dibebaskan