Timur Tengah

Serangan udara Rusia di Suriah hantam pemberontak dukungan AS

4.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:14
02 MAR 2017
Dok. Jet tempur Rusia menjatuhkan bom di atas wilayah Suriah. Foto: Reuters
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
TIME

Rimanews - Serangan udara Rusia di Suriah utara "secara tidak sengaja" menghantam kelompok pemberontak dukungan Amerika Serikat, kata jenderal senior AS.

Rusia membantah bertanggung jawab atas insiden di kota Al Bab itu. Melalui pernyataan tertulis, Rabu (01/03), mereka mengatakan sudah mengikuti semua petunjuk yang diberikan AS untuk menghindari pasukan bersahabat di daerah tersebut, dikutip dari TIME.

Letjen Stephen Townsend, komandan koalisi pimpinan AS di Irak dan Suriah, mengatakan lokasi sejumlah penasihat militer Amerika hanya berjarak beberapa kilometer dari lokasi serangan. Mereka memang di luar jangkauan serangan, tapi cukup dekat untuk melihat kejadian itu. Dia enggan mengungkapkan berapa banyak pasukan pemberontak dukungan AS yang tewas dalam serangan tersebut.

Townsend mengatakan AS langsung menyampaikan hal tersebut kepada pejabat Rusia, yang menyadari terjadi masalah dan menghentikan serangan. Townsend, yang berbicara kepada wartawan di Pentagon dari markasnya di Baghdad, mengatakan dia yakin Rusia melakukan secara tidak sengaja karena dan merasa sedang membombardir ISIS. Tapi, lanjut dia, anggota ISIS sudah mundur dan pasukan Koalisi Arab Suriah berada di daerah yang menjadi target serangan.

Di Moskow, Kementerian Pertahanan Rusia mengeluarkan pernyataan yang sangat bertentangan dengan keterangan Townsend. Mereka mengatakan dalam komunikasi sebelum melancarkan serangan, pejabat AS telah menyatakan kekhawatirannya mengenai kemungkinan akan adanya pemberontak dukungan Barat yang terkena bom secara tidak sengaja.

"Untuk menghindari insiden, perwakilan AS memberikan koordinat pemberontak dukungan AS di area tersebut kepada pejabat militer Rusia," kata Kemenhan Rusia. "Komando militer Rusia menjadikan informasi itu sebagai pertimbangan. Jet tempur Rusia atau Suriah tidak melancarkan serangan ke area yang diberitahu AS."

Terbaru
24 Maret 2017 | 18:46
Diktator Mesir dibebaskan