Timur Tengah

Korban serangan kimia Suriah terus bertambah

5.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:19
06 APR 2017
Seorang anak dirawat usai menjadi korban serangan kimia pasukan pemerintah Suriah di provinsi Idlib. Foto: The Media Express
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Jumlah korban tewas akibat serangan senjata kimia di provinsi Idlib, Suriah, yang dikuasai pemberontak terus bertambah menjadi 86, termasuk 30 anak-anak, kata Observatorium Suriah untuk HAM.

“Ada juga 20 perempuan di antara korban dan jumlah orang yang tewas bisa bertambah karena ada yang hilang,” kata Observatorium Suriah, kemarin.

Dewan Keamanan PBB pada Rabu bertemu untuk menyidangkan sebuah resolusi yang dirancang Barat yang mengecam serangan udara itu.

Namun Moskow, yang memiliki hak veto, membela sekutu mereka dengan mengatakan walaupun pesawat Suriah melancarkan serangan, zat kimia itu adalah bagian dari cadangan “zat beracun milik teroris” yang menghantam tanah.

Kelompok pemberontak yang dipimpin Jabhat Fath Ash Sham berjanji akan membalas serangan pada Selasa di kota Khan Sheikhun di provinsi Idlib itu, demikian sebagaimana dikutip dari AFP.

Menurut dr. Shajul Islam, dokter Inggris yang mengabdikan dirinya di Suriah utara, senjata kimia yang digunakan pasukan Suriah bukan gas klorin, dikutip dari On the Ground News.

"Dalam beberapa pekan terakhir, kami menerima banyak pasien yang terkena serangan kimia, sebagian besar adalah gas klorin," kata Islam saat diwawancarai Bilal Abdul Kareem. "Ini berbeda ... bukan klorin.

"Kami menduga kuat ini serangan sarin, dan ini 100 persen agen saraf karena gejalanya mempengaruhi sistem saraf otonom," tambahnya.

Timur Tengah