Timur Tengah

Israel berencana bangun ribuan rumah baru bagi pemukim Yahudi

3.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:19
07 JUN 2017
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Otoritas Israel mengajukan rencana pembangunan 1.500 rumah pemukim di wilayah pendudukan Tepi Barat, termasuk unit-unit untuk permukiman resmi baru pertama dalam sekitar 25 tahun, menurut LSM yang memantau pembangunan permukiman di wilayah Palestina dalam sebuah pernyataan.

Komite Kementerian Pertahanan mengajukan rencana itu Selasa (06/06/2017) dan mungkin melakukan hal yang sama untuk sekitar 1.000 unit lagi pada Rabu, kata Peace Now. 

Langkah tersebut diambil bertepatan dengan peringatan 50 tahun Perang Enam Hari yang terjadi pada 5 sampai 10 Juni 1967, yang menjadi awal pendudukan Israel atas Tepi Barat.

Otoritas Israel tidak menanggapi permintaan untuk memberikan komentar tentang rencana, yang menurut Peace Now menunjukkan bahwa "solusi dua negara tidak menjadi agenda (Perdana Menteri Benjamin Netanyahu)."

"Dengan mendorong pembangunan permukiman baru pertama dalam 25 tahun, serta ribuan unit permukiman tambahan, langkah Netanyahu jauh lebih keras dibandingkan dengan retorika semunya untuk mencapai perdamaian,” ungkap Peace Now.

Rencana yang diajukan pada Selasa sudah berada di beberapa tahapan proses dan unit-unit tersebut berada di area berbeda.

Rencana untuk 102 unit permukiman baru, yang akan dikenal sebagai Amichai, ada pada tahap awal dam membutuhkan serangkaian tindakan lanjutan.

Netanyahu berikrar akan membangun satu permukiman baru untuk 40 keluarga Yahudi di pos Tepi Barat yang disebut Amona, yang dievakuasi atas perintah pengadilan pada Februari.

Pembangunan dalam beberapa tahun terakhir melibatkan perluasan permukiman yang ada di Tepi Barat, yang diperingatkan banyak negara akan secara perlahan memangsa peluang solusi sua negara dengan Palestina, demikian menurut warta kantor berita AFP.

Terbaru
9 Juni 2017 | 13:22
Qatar tolak intervensi asing
7 Juni 2017 | 08:57
Qatar negara bermuka dua?
31 Mei 2017 | 18:51
Rusia gempur ISIS dari laut
Timur Tengah