Timur Tengah

Lima juta anak Irak butuh bantuan internasional

11.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:01
23 JUN 2017
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Antara

Rimanews - Dana Anak PBB (UNICEF) pada Kamis (22/6) melaporkan bahwa lebih dari lima juta anak memerlukan bantuan kemanusiaan di Irak sementara pertempuran bertambah sengit.

Satu laporan baru yang disiarkan oleh UNICEF juga mengatakan 1.075 anak telah meninggal dan lebih dari 1.100 anak telah cacat dan cedera sejak 2014.

Hampir 5.000 anak, kata UNICEF, sebagaimana dikutip Xinhua, Jumat (23/06/2017) pagi, telah terpisah dari keluarga mereka, dan hampir 140 serangan dilancarkan terhadap gedung sekolah dan hampir 60 serangan terhadap rumah sakit.

Peter Hawkins, wakil UNICEF di Irak, mengatakan di seluruh negeri itu, anak-anak terus menyaksikan kengerian dan kekerasan yang tak terperikan.

Ia mengatakan mereka telah tewas, cedera, diculik dan dipaksa untuk menembak dan membunuh dalam perang yang paling brutal dalam sejarah modern dunia.

Oleh karena itu, badan PBB tersebut memohon segera diakhirinya kerusuhan yang berlangsung di Irak, dan mengatakan semua pihak yang berperang berutang pada anak-anak Irak untuk segera mengakhiri konflik.

Pada tahun 2014, pemberontakan Irak meningkat menjadi perang saudara dengan penaklukan Fallujah dan Mosul dan daerah utama di Irak utara oleh Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Hal ini mengakibatkan pengunduran diri paksa Perdana Menteri Nouri al-Maliki, serangan udara oleh Amerika Serikat, Iran, Suriah dan setidaknya selusin negara lain, partisipasi pasukan Iran dan bantuan militer yang tersedia ke Irak oleh Rusia.

Situasi menjadi semakin sulit ketika masing-masing kelompok membentuk milisi bersenjata dan sewaktu-waktu bisa bertempur satu sama lain, di samping serangan bom bunuh diri. Namun, saat ini, pertempuran besar lebih sering melibatkan ISIS melawan pasukan pemerintah dibantu sejumlah milisi Syiah.

KATA KUNCI : , , ,
Timur Tengah