Budaya

Yang Muda Yang Berbudaya

12.8K
DILIHAT
/
03:20
20 JUL 2014
Oleh
Didi Petet

Rimanews Kontributor - Globalisai dan kemajuan teknologi merupakan sebuah keniscayaan sejarah, mendorong akan terjadinya dialog antar perdaban dan sentuhan antar kebudayaan. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi perubahan dan perkembangan pola, padangan dan gaya hidup semua orang kemudian. Apalagi kalangan muda yang melek teknolgi dan informasi, mereka selalu ikuti arus perkembangan karena tidak mau ketinggalan zaman. Mereka sangat familiar bahkan lihai dalam menggunakan gadgets  sebagai alat komunikasi sekaligus media mendapat informasi terbaru saat ini.

Tapi masihkah anak muda yang melek IT  saat ini kenal dan menggandrungi tradisi, budaya bangsanya sendiri? atau justru hanyut dengan budaya asing yang dikenalnya lewat kecanggihan teknoligi. Kiranya hal ini menjadi satu perhatian yang seirus. Mengingat anak mudalah yang kemudian diwarisi peradaban. Apa jadinya jika anak muda tidak kenal dengan akar budayanya, dan luput akan pengetahuan tentang keindahan alam, dan kekayaan kebudayaan bangsanya. 

Persoalan budaya tentunya tidak bisa dipisahkan dari seni. Keduanya telah majadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.  Pola, pandangan sampai gaya hidup diekspresiakan lewat seni. Banyak sekali jika disebutkan di Indonesia ini, salah satunya tradisi Tabuik sebagai ekspresi budaya masyarakat Pariaman dalam mengenang peristiwa karbala.

Yang menarik dari tradisi ini adalah walau peristiwa karbala tidak terjadi di Indonesia, namun upacara dan ritual sebagai ekspresi budaya  tradisi ini sangat khas akan muatan budaya nusantara. Terlihat dari corak seni dan bentuk karya seni yang alami.  Tentu ini sangat berkaitan erat dengan akar tradisi yang masih kuat melekat sebagai identitas budaya.   

Hal seperti ini kiranya bisa dilakukan oleh anak-anak muda, dengan mengenal akar budaya untuk memperkuat identitas bangsa. Anak muda diharpakan bisa lebih kreatif untuk ikut mengembangkan dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia. Dengan nalar kreatif anak muda bisa membuat dan mengembangkan sebuah karya dengan bentuk yang lebih menraik dan inovatif namun tetap dengan subtansi dan muatan budaya yang khas Indonesia.

Contohnya dengan membuat games atau komik yang berkisah tentang kisah-kisah legenda nusantara, seperti kisah Lutung Kasarung, Sangkuriang, Si Pitung, dll. Meurut Didi Petet ini pasti akan menjadi sebuah karya yang menarik, tak akan habis, imajiner dan tak kalah dengan komik-komik luar. Apalagi ditambah dengan sosialisasi yang gencar lewat internet dan media sosial pasti ini akan menjadi sebuah gerakan luar biasa, gerakan kebudayaan yang diprakarsai anak-anak muda cerdik cedikia nan kreatif negri ini.    

Bukan justru sebaliknya, anak-anak muda hanyut dalam kebudayaan asing yang lupa dan meninggalkan akar budayanya. Tapi tatkala kebudayaannya dicuri dan diklaim bangsa lain barulah sadar dan bergegas mengambilnya kembali. Bagaimanapun kekuatan indonesia adalah warisan budaya. Alam yang yang mempesona, ragam tradisi, suku dan ras yang kaya bahasa, adat dan budaya. Inilah yang mejadi kekuatan Indonesia. Semuanya telah Tuhan anugrahkan untuk bangsa Indonesia, untuk dijaga dan dilestarikan.

Dari itu, menurut Didi Petet yang utama adalah bagaiaman anak-anak muda kenal akan kebudayaan Indonesia. Memahami dan menghayati akar tradisi nusantara. Mengetahui akan megah dan indahnya potensi alam Indonesia . Mulai dari kekayaan di dasar laut, sampai kekayaan di daratan yang terhmapar bak permata katulistiwa.

Ada sebuah ungkapan “tak kenal maka tak sayang” mungkin ungkapan ini cukup tepat untuk menggambarkan kondisi anak muda yang tak kenal akar budayanya apalagi untuk sayang dan mejaganya. Dari itu tegas Didi Petet yang pertama adalah “kenal”. Maka tugas kita semua untuk memperkenalkan kebudayaan indonesia kepada anak-anak muda. Agar anak-anakmuda mengetahui dan memahami akar budaya bangsa.

Tambahnya, hal seperti inilah yang perlu diupayakan, didekatkan kepada anak-anak muda dengan cara yang berbeda-beda tentunya. Kita bisa memperkenalkan lewat pertunjukan teater, film, dll. Yang mautannya adalah memperkenalkan kebudayaan indonesia. Betapa Mempesonanya kekayaan alam indonesia, dan beragamnya kebudayaan yang ada. Kenali bangsamu, budaya tradisi dan kekayaan alamnya. Dengan sendirinya semua itu akan melekat, mendorong untuk peduli, menyayangi, menjaga dan melestarikan budaya bangsa. 

*Tulisan ini dibuat ekslusif untuk RIMANEWS

Terbaru
27 Juli 2017 | 13:03
Melonggarkan aturan keluarga
15 Juli 2017 | 07:00
Aksara di sekolah kita
12 Juli 2017 | 07:14
Hasrat memberi dan penghalangnya
4 Juli 2017 | 17:49
UGM temukan antibodi unggas
Berita Terkait
31 Agustus 2015 | 15:40
Apel Band, Wanita tapi Gak Girly