Teknologi

Etika Berinteraksi Di Media Sosial

15.6K
DILIHAT
/
12:40
23 JUL 2014
Dokumentasi : Rimanews.com
Oleh
Dodit Mulyanto

Rimanews Kontributor - Etika Berinteraksi di Media Sosial seperti facebook dan twitter perlu jadi sorotan. Ini adalah hal yang paling mendasar dalam membangun sebuah komunikasi yang produktif dan bermanfaat.

Pasalnya media sosial dirasa sangat efektif dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Maka sungguh disayangkan jika kemudian media sosial seperti facebook dan twitter justru lebih sering digunakan untuk membuli, memfitnah dan menghakimi seseorang tanpa dasar. Ini satu bentuk interaksi yang tidak patut dilakukan.

Interaksi dunia maya lewat media sosial facebook, twitter, dll hari ini merupakan sebuah keniscayaan. Saling bertukar fikiran dan sharing informasi sudah lumrah dilakukan. Dengan demikian untuk mengakses segala informasi merupakan hal yang sangat mudah  lewat internet dan media sosial.

Media sosial facebook dan twitter juga dirasa sangat efektif digunakan untuk membangun wacana dan mengkritisinya. Juga efektif sebagai media untuk merespon isu yang beredar, mengkonfirmasi dan mengklarifikasi sebuah gosip yang membumi di masyarakat. Dan bagi saya media sosial facebook, youtube dan twitter sangat efektif untuk dijadikan ruang media berinteraksi bertegur sapa dengan fans dan follower saya.

Sebagai seorang komika saya sadar bahwa stand up comedy selain sebagai seni pertujukan hiburan yang membuat orang tertawa, juga syarat dengan kata lawakan cerdas dengan muatan pesan moral kuat.

Namun dalam hal ini saya memilki pandangan sendiri, bahwa pesan moral tersebut  tidak harus dimunculkan secara fulgar ketika beraksi di atas panggung, namun bisa tersirat dalam makna kata yang mendalam. Karena stand up comedy adalah sebuah seni pertunjukan untuk menghibur para audiens, mengajak tertawa walau belum tentu selalu ada pesan moral di dalamnya.

Di media sosial saya bangun karakter diri sebagai seorang komika yang misterius. Dengan ciri khas jarang berfoto dan membatasi diri membuat video. Hal ini merupakan strategi agar memunculkan rasa penasaran para fans, dan akhirnya mereka akan mencari tahu tentang saya.

Setiap orang berhak memberikan tanggapan dan penilaian terhadap penampilan saya. Beberapa ada yang suka dan sebagiannya tidak, bagi saya ini sah-sah saja dan suatu hal yang wajar adanya. Namun kiranya untuk menggunakan bahasa yang santun. Ini penting agar interaksi di media sosial tidak diwarnai dengan bahasa-bahasa yang tidak patut.

Namun tidak bisa dipungkiri, terkadang ada sebuah kritikan yang tidak mendasar dan cenderung membuli. Biasanya hal deperti ini saya tanggapi dengan sikap diam.Karena bagi saya, interaksi semacam ini tidak ada gunannya dan tidak menghasilkan apa-apa. Maka saya lebih baik diam.

Etika berinteraksi di media sosial adalah hal yang sangat penting dibangun. Pasalnmya sering terjadi belakangan ini interaksi kontraproduktif yang merugikan dan tidak memberikan banyak manfaat. Muncul bahasa-bahasa yang kurang elok, saling menghakimi, membuli, bahkan sampai memfitnah satu sama lain.   

Bagi saya media sosial adalah ruang untuk berkomunikasi dan saling berinteraksi bertegur sapa. Maka dalam menggunakan media sosial layaknya membangun komunikasi yang produktif. Sharing ide, sharing informasi dan saling memberikan manfaat satu sama lain, dari pada saling mencaci dan membuli.

*Tulisan ini dibuat ekslusif untuk RIMANEWS

Berita Terkait
31 Agustus 2015 | 15:40
Apel Band, Wanita tapi Gak Girly