Gaya Hidup

Dunia Perfilman Indonesia

11.2K
DILIHAT
/
18:55
20 AGS 2014
Oleh
Robby Ertanto

Rimanews Kontributor - Robby Ertanto Sutradara muda lulusan Institut Kesenian Jakarta yang telah sukses memproduksi film indie ini berbicara tentang perkembangan film Indonesia saat ini, menurutnya Perfilman Indonesia sudah di perhitungkan di Luar Negeri.

Mari kita simak perjalanan karir Robby dan pandangannya terhadap industri perfilman di Indonesia.

Saya menggeluti dunia perfilman sejak kuliah di IKJ pada tahun 2006, dari situ mulai bikin film-film pendek. Setelah masuk semester tiga saya dapat kesempatan untuk membuat film bareng Riri Riza, Rako (Prijanto) dan lain-lain. Karena kita dipertemukan sama produser Brian Yusna.

Akhirnya pada 2008 bikin film "Takut Faces of Fear" Dari situ akhirnya masuk industri film. Saya banyak belajar juga dari Brian Yusna, Dari situ saya sempat dikirim course ke Manila. Belajar tentang film di sana, namanya Asean and Republic of Korea.

Dan setelah itu kembali ke Indonesia membuat film, lalu ke Busan (Korea). Akhirnya di tahun 2010 saya mengeluarkan film layar lebar pertama sendiri, judulnya "Tujuh Hati Tujuh Cinta Tujuh Wanita" Setelah itu sampai sekarang saya terus menggeluti dunia dunia film.

Saya tertarik menggeluti dunia perfilman secara profesional karena kalau pekerjaan yang jadi hobi, menarik banget. Hobi banget sama dunia seni, hobi banget sama dunia film, terus akhirnya hobi ini jadi pekerjaan dan menghasilkan. Jadi sampai sekarang terus konsen di bidang ini.

Melihat industri perfilman di Indonesia menurut saya cukup menarik. Walaupun tingkat penonton yang sedikit, walaupun kepedulian pemerintah harus diyakinkan lagi. Apalagi sesuai Undang-undang perfilman Nomor 33, bahwa pemerintah harus berkewajiban dan memfasilitasi industri perfilman itu sendiri.

Melihat karya dari negara-negara lain di Festival Cannes, Perfilman Indonesia cukup potensi. Tapi kita semua wajib bergandengan tangan untuk menjadikan Film-film Indonesia tuan rumah di negeri sendiri.   

Saat ini kondisi perfilman di Indonesia menurut saya tahun ini dari jumlah penonton tahun kemarin lebih baik. Tahun ini lumayan susah untuk mencari penonton. Faktornya mungkin perlu sekali film-film yang keluar itu memiliki jangka waktu promosi yang cukup panjang. Promosi harus benar-benar dipikirkan untuk setiap film. 

Kepedulian kita semua dari pembuat film, penonton, dan pemerintah semuanya bergandengan tangan untuk memberikan kelangsungan penonton itu sendiri. Maksudnya bekerja sama, bagaimana solusinya supaya penonton Bioskop Indonesia setiap harinya bertambah.

Sekarang ini untuk mencapai penonton 100 - 200 ribu susahnya setengah mati. Makanya yuk kita bergandengan tangan, kita promosiin, kita bangga film Indonesia, kita support film Indonesia. Kalau bukan kita siapa lagi.   

Kalau dibilang persaingan dengan faktor luar, menurut anggapan saya enggak. Justru sampai sekarang jumlah penonton terbanyak tetap penonton film Indonesia. Film asing yang jumlah penontonnya banyak, kalau tidak salah film "Conjuring" sekitar dua juta lebih. 

Belum ada yang melampaui film Indonesia, penonton film Indonesia pernah mencapai lebih dari itu seperti "Laskar pelangi, Habibi-Ainun" Dan di daerah-daerah respons masyarakat sepertinya lebih peduli sama film Indonesia dibanding film asing. 

Jadi, film asing bukan salah satu yang harus disalahkan juga. Malah kita kan juga butuh referensi dari film-film mereka. 

Pandangan soal film baik atau buruk itu subyektif. Tapi kalau mau tahu ciri-ciri film luar sama film Indonesia, film luar mungkin sudah punya skemanya. Sudah tahu banget formulanya. Beberapa film Indonesia masih mencari formulanya, ingin ngomongin apa, membicarakan apa, dan skema penulisan skripnya juga.   

Menurut saya film Indonesia cukup lemah di story telling, makanya harus digali. Dari segi kreatif film Indonesia sangat bagus, tapi kita tidak boleh cepet puas. Sebagai film maker harus terus belajar, menggali terus tentang story telling itu sendiri.   

Prestasi Indonesia di dunia perfilman, di 2012 film kita berjudul "Dilema" menjadi Best Movie di Moscow. Lalu ada beberapa festival yang kita ikuti juga, tapi hanya official selection saja. Dan sekarang saya sedang fokus juga untuk Badan Perfilman Indonesia, karena baru tahun ini dibentuk oleh pemerintah, berdasarkan Undang-undang Perfilman bahwa "Pemerintah harus membentuk sebuah badan  yang mengurusi perfilman, yang itu Badan Perfilman Indonesia".  

Saya juga sedang fokus membawahi Festival Film Luar Negeri dan Pekan Film Luar Negeri, kita juga berkesempatan membawa delegasi kita ke Cannes untuk ikut berpartisipasi dalam Cannes. Untuk rencana ke depan kita mau fokus ke film yang sudah kita persiapkan dua tahun lalu, ada dua film besar yang sudah kita siapkan untuk dirilis tahun depan

Kans perfilman Indonesia di luar negeri cukup baik, cukup menarik. Karena dari sisi bisnis banyak orang luar tertarik syuting di Indonesia karena syuting di Indonesia biaya produksinya terlalu besar. Kalau dari sisi kreatif film Indonesia banyak banget yang mendapat prestasi di luar negeri. Yang masuk official selection di luar negeri banyak. Yang masuk award juga banyak. Indonesia menurut saya sudah diperhitungkan, tergantung gimana kita membawa itu ke depannya supaya bisa selalu baik.

Total film yang saya buat sampai saat ini baru tiga, dua Omnibus dan satu layar lebar. Sisanya TVC. dan yang paling berkesan adalah film "Tujuh Hati Tujuh Cinta Tujuh Wanita" karena saat itu masih semester lima di IKJ. Jadi semangat dan tantangannya lebih berat dan bisa bekerja sama dengan orang-orang yang sudah senior. 

Saya berpesan kepada film maker-film maker muda dan orang-orang yang terlibat di dunia perfilman, buat saya yang penting bikin karya harus jujur dan bertanggung jawab itu kuncinya. Dan jangan putus asa. Karena menurut saya bidang film adalah bidang yang cukup menarik, karena hobi bisa menjadi sebuah pekerjaan yang menyenangkan.

*Tulisan ini dibuat eksklusif untuk RIMANews

 


  
    

Terbaru
26 Juni 2017 | 21:24
7-Eleven tinggal kenangan
21 Juni 2017 | 05:14
Pilihan kaftan untuk Lebaran
15 Juni 2017 | 11:19
Tomat sayuran atau buah?
10 Juni 2017 | 14:03
Jupe dimakamkan hari ini
10 Juni 2017 | 12:33
Jupe meninggal dunia
Berita Terkait
31 Agustus 2015 | 15:40
Apel Band, Wanita tapi Gak Girly