Nasional

Spirit Koalisi Pejalan Kaki

5.7K
DILIHAT
/
18:19
03 SEP 2014
Oleh
Alfred Sitorus

Rimanews Kontributor –  Pejalan kaki juga mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas dari pemerintah setempat. Koalisi Pejalan kaki adalah komunitas yang peduli akan hak dan kesalamatan pejalan kaki di jalan raya.

Mari kita kenal lebih jauh tentang Koalisi Pejalan Kaki itu seperti apa..

Koalisi Pejalan Kaki berdiri pada tahun 2011, saat itu pejalan kaki diinisisiasi oleh segelintir orang yang menginspirasi koalisi pejalan kaki untuk didirikan. Ceritanya itu ada seorang anak kecil yang tak lain adalah anak dari seorang pendiri koalisi pejalan kaki itu sendiri bertanya kepada bapaknya “Pak! apa motor itu salah jika naik ke trotoar?” lalu si Bapak menjawab dengan baik bahwa itu adalah perbuatan yang  salah dan jangan ditiru. 

Dari situ kita berkumpul dan dihadiri oleh tujuh orang untuk membicarakan sesuatu. Dari pembicaraan itu kita berkesimpulan bahwa kita harus melakukan sesuatu.

Akhirnya kita mulai beraksi di Kota Tua untuk pertama kalinya. Kondisi di Kota Tua sangat memprihatinkan, terlihat trotoar Kota Tua dilalui dan diserobot oleh para pengendara bermotor. Setelah melihat kondisi seperti itu, kami melakukan aksi membentangkan spanduk. Aksi tersebut kurang mendapatkan respon karena si pemotor yang menyerobot trotoar itu masih menjigjag menyerobot trotoar lagi. Melihat hal tersebut akhirnya kita iseng-iseng berkata “Yu kita tiduran aja di trotoar!”. Dari situlah aksi pertama koalisi pejalan kaki terkenal dengan aksi nyentriknya yaitu tiduran di trotoar. Aksi tersebut bertujuan untuk menghadang para pemotor menerobos trotoar dan menyelamatkan hak-hak pejalan kaki.

Akibat pemberitaan di salah satu media online, akhirnya pada tahun 2012 kita melakukan aksi kedua di jalan Tamrin, Jakarta. Dari tujuh orang yang mengikuti aksi pertama, kemudian berkembang menjadi 30an orang pada aksi kedua. Setelah itu aksi lain pun masih berlanjut sampai sekarang.

Yang menjadi Spirit Koalisi Pejalan Kaki untuk tetap kuat adalah karena banyak tragedi yang terjadi di Jakarta. Sebagai contoh adalah tragedi Tugu Tani yang menewaskan 12 orang pejalan kaki yang ditabrak oleh wanita yang mungkin diluar batas kewajaran. Lalu ada seorang ibu yang menjadi srikandi heroik, menghalau para pemotor di bawah kolong Semanggi yaitu mbak Anisa.

Biarpun belum ada penyandang dana yang dapat menghidupi koalisi pejalan kaki, tapi kami bersyukur ada KPBB (Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal)  yang menjadi induk semangnya koalisi pejalan kaki disini. KPBB selalu memberikan motivasi dan support serta memberikan tempat untuk sekertariatnya koalisi pejalan kaki.

Sebenarnya koalisi pejalan kaki yang ada di Jakarta itu general,  koalisi pejalan kaki yang berasal dari daerah juga ikut bergabung di dalamnya. Teman-teman dari daerah juga membentuk media sosialnya  masing-masing, seperti koalisi pejalan kaki Bogor, koalisi pejalan kaki Jogja, koalisi pejalan kaki Medan, koalisi pejalan kaki Bandung serta koalisi pejalan kaki Surabaya.

Dengan demikian otomatis yang di Jakarta hanya seperti Induk saja tapi tetap mobilisasi teman-teman di daerah tidak kalah pentingnya seperti yang ada di Jakarta, dan malah lebih berhasil teman-teman yang berada di daerah. Seperti contohnya di Jogja dan di Bogor, mereka sudah lebih bagus karena berhasil meyakinkan dan merubah mindset pemerintah kota setempat bahwa fasilitas pejalan kaki di kota-kota tersebut sangat bermasalah.

Koalisi Pejalan kaki mempunyai sebuah sekertariat karena di fasilitasi oleh KPBB (Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal), yang saat ini KPBB diketuai oleh pak Ahmad Safrudin. Tempat ini adalah tempat diskusinya teman-teman koalisi pejalan kaki.

Dalam diskusi kita selalu membicarakan  bagaimana caranya mendorong pemerintah untuk lebih membenahi fasilitas untuk hak pejalan kaki. Selain itu kita juga membicarakan tentang bagaimana caranya kita membuat sebuah desain. Tapi tentunya tidak keluar dari yang diaturkan oleh pemerintah karena ada persyaratan umum dalam pembangunan sebuah trotoar. Semaksimal mungkin kita memberikan sesuatu yang memang bermanfaat bagi siapapun terlepas itu diterima atau tidak.

Para koalisi pejalan kaki di Jogja dan Bogor sudah melakukan kerja sama dengan pemerintah terkait. Di Bogor contohnya di sekitar Nyi Raja Permas, wajahnya sudah berubah yang tadinya kumuh sekarang menjadi kawasan pedistinirisasi.

Kemudian para koalisi pejalan kaki di Jogja, mereka berhasil meyakinkan walikota Jogja untuk menjadikan kawasan malioboro sebagai kawasan pedistinirisasi, dan itu sudah diamini, tapi untuk implementasinya kita akan menunggu tindak lanjut dari pemkotnya sendiri.

Selain aksi-aksinya tadi, koalisi pejalan kaki akan melakukan aksi mengecat zebra cross karena cat zebra cross sudah mulai pudar dan hilang. Kami akan mencoba mengembalikan salah satu zebra cross, di jalan Wahid Hasyim. Mudah-mudahan aksi tersebut akan menjadikan spirit bagi pemerintah pemprov DKI Jakarta untuk memperhatikan bahwa zebra cross, karena itu adalah salah satu hak pejalan kaki untuk menyebrang. Jadi bukan hanya selalu melalu di JPO tapi juga zebra cross dapat memanusiakan orang untuk menyebrang.

Kita ingin memberikan sebuah edukasi, bukan kami sok-sok an, karena faktanya banyak zebra cross di kota ini banyak yang sudah pudar. Itu harus kita kembalikan karena itu adalah hak bagi pejalan kaki. Koalisasi pejalan kaki pun tidak sanggup mengecat semuanya yang ada di kota karena koalisi pejalan kaki belum ada founding yang tetap dan belum ada pendanaan yang tetap Walaupun demikian kita bisa beroperasi dari kocek masing-masing.

Aksi dari koalisi pejalan kaki selain menghalau para pemotor yang nekat di trotoar, kita juga berkomunikasi dengan para juru parkir yang memarkirkan motor dan mobil di trotoar, kadang-kadang kita juga mencetak lembaran kecil-kecil dengan tulisan yang cukup nyentrik, lalu kita letakan di wipernya. “Kalau mau parkir jangan di trotoarnya dong” itulah contoh tulisan yang kita buat.

Hal lain yang kita lakukan adalah kita juga berkomunikasi dengan para pedagang kaki lima, tapi komunikasi tersebut tidak mencapai solusi apapun karena koalisi pejalan kaki ini sama seperti masyarakat biasa. Kami hanya bisa mengingatkan, tidak bisa menindak apapun, karena kami bukan penegak hukum. Kemudian masalah lain adalah JPO di Jakarta dengan peneranganya yang kurang, masalah tersebut mengakibatkan terjadi banyak pelecehan seksual di JPO karena kurangnya keamanan dan kenyamanan.

Pohon di trotoar sangat penting karena pohon itu mempunyai  banyak fungsi bagi pejalan kaki. Fungsinya antara lain adalah sebagai peneduh sengatan matahari bagi pejalan kaki saat berjalan di trotoar, selain itu juga pohon itu juga dapat melindungi pejalan kaki dari kecelakakan. Kejadian Itu dialami oleh teman kami di koalisi pejalan kaki, seritanya saat dia melewati trotoar yang berpohon, ada sebuah taksi yang menabrak pohon di belakangnya. Karena terhalang oleh pohon,  jadi dia bisa terhindar dari kecelakaan tersebut. Jadi idealnya jangan di paling pinggir tapi di ujung sisi dekat jalan rayannya.

Beberapa bulan yang lalu kita sempat melakukan aksi memeluk pohon terakhir sebelum ditumbangi PT MRT. Sangat disayangkan jika mengorbankan pohon karena Jakarta itu seharusnya membutuhkan 30 persen ruang terbuka hijau. Seharusnya tidak mengorbankan itu, tapi sekarang semuanya dikorbankan dan kita harus menerima itu, lebar trotoar diperkecil menjadi hanya 1 meter dari yang semula 6 meter. Kita harus menerima itu semua karena tidak adanya safety bagi pejalan kaki. Kita harus menunggu ini selama bertahun-tahun karena pembangunan MRT membutuhkan waktu yang sangat lama yaitu 5-6 tahun.

Data dari kepolisian tercatat bahwa kurang lebih 6000 orang pejalan kaki meninggal setiap tahun, dan setiap harinya adalah 18 orang pejalan kaki meninggal dunia. Sementara WHO sudah merilis 270 ribu nyawa melayang setiap tahunnya di seluruh dunia untuk pejalan kaki.

Jadi kalau kita hitung hampir 1 jam ada satu orang yang meninggal akibat kecelakaan di trotoar dan zebra croos.

Koalisi pejalan kaki itu hadir disini karena absennya dari pemerintah yang  seharusnya melakukan proteksi bagi fasilitas hak-hak pejalan kaki di trotoar, di zebra cross, dan juga di JPO.

Harapan kita pada pemerintah terutama bagi penegak hukum adalah segera untuk lakukan low investment yang tegas. Jangan menjadi penegak hukum yang “lembek” yang memang bisa di tawar-tawar. Lakukan sesuai dengan peraturan perundangan yang ada di penegakan hukum. Untuk pemerintah kota dan kabupaten yang mengurusi fasilitas pejalan kaki lakukan revitalisasi secara masal di setiap kota. Serta harapan bagi para warga negara Indonesia, mari kita mencoba untuk tertib dalam bentuk apapun, kita harus mulai mengembalikan budaya kita yaitu budaya santun, budaya tertib, budaya malu, dan budaya toleransi karena sudah tidak ada lagi toleransi bagi pejalan kaki di zebra croos.

Zebra cross sekarang ini bagaikan start pacu balapan di lampu merah, tidak ada lagi toleransi bagi pejalan kaki untuk menyebrang disana, karena hak mereka sudah habis dipakai oleh para pemotor untuk mengantri. Untuk para motor dan mobil diharapkan mau memarkirkan kendaraannya di dalam areal yang sudah disediakan, jangan di trotoar karena itu juga merampas hak pejalan kaki.

Tak lupa bagi para pejalan kaki harus lebih tertib karena ini menyangkut nyawa teman-teman pejalan kaki sendiri jika tidak tertib.

Kita mempunyai sebuah fanspage facebooknya yaitu Koalisi Pejalan Kaki kalau untuk twitter @trotoaryan. Dengan media tersebut teman-teman dapat bergabung dengan Koalisi Pejalan Kaki.

Melalui media sosial teman-teman akan lebih cepat dan aktif, serta dapat direspon balik secara cepat oleh pemerintah, walaupun ada juga yang sangat lambat sekali, bahkan ada yang tidak direspon sama sekali. Paling tidak kita sudah berbuat, sekecil apapun kita harus berbuat.  

 *Tulisan ini dibuat eksklusif untuk RIMANews

Terbaru
22 Juli 2017 | 06:01
Golkar panen tersangka korupsi
21 Juli 2017 | 07:31
DPR sahkan UU Pemilu
20 Juli 2017 | 11:56
Gunung Sinabung erupsi
20 Juli 2017 | 09:06
Wapres kunker ke Pasuruan
20 Juli 2017 | 07:56
Peradi dukung Perppu Ormas
20 Juli 2017 | 06:00
Keajaiban Setya Novanto
19 Juli 2017 | 14:56
Upaya Yusril selamatkan HTI
19 Juli 2017 | 11:56
Alasan pemerintah bubarkan HTI
19 Juli 2017 | 10:59
Kemenkumham resmi bubarkan HTI
Berita Terkait
31 Agustus 2015 | 15:40
Apel Band, Wanita tapi Gak Girly